
- Pemulangan jemaah terus berlangsung – Dari total 525 kloter jemaah haji Indonesia, sekitar 120 kloter telah tiba kembali di Tanah Air hingga awal pekan ini.
- Dua kendala utama masih terjadi – Keterlambatan penerbangan dan kelebihan bagasi, terutama akibat banyak jemaah membawa air zamzam di dalam koper.
- DPR minta sosialisasi diperkuat – Pemerintah diminta lebih gencar mengedukasi jemaah mengenai aturan barang bawaan agar proses kepulangan berjalan lebih lancar dan tertib.
Inilahdata.com, JAKARTA – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung secara bertahap. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, mengungkapkan bahwa hingga awal pekan ini sekitar 120 kelompok terbang (kloter) telah kembali ke Tanah Air dari total 525 kloter yang dijadwalkan pulang dari Arab Saudi.

Menurut Atalia, proses kepulangan sejauh ini berjalan cukup baik. Namun, sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan, terutama terkait keterlambatan penerbangan yang menyebabkan jemaah harus menunggu berjam-jam di bandara. Meski demikian, ia memahami bahwa sebagian besar keterlambatan tersebut dipicu oleh faktor teknis yang tidak dapat dihindari.
Selain persoalan penerbangan, Atalia menilai masalah kelebihan bagasi menjadi tantangan yang cukup sering terjadi. Air zamzam menjadi penyebab utama karena banyak jemaah menganggapnya sebagai oleh-oleh paling berharga dan berupaya memasukkannya ke dalam koper bagasi. Akibatnya, banyak koper melebihi batas berat yang ditentukan dan harus dibuka kembali saat proses pemeriksaan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Atalia meminta pemerintah dan petugas haji meningkatkan sosialisasi mengenai aturan barang bawaan yang diperbolehkan maupun dilarang masuk ke dalam bagasi pesawat. Edukasi itu dinilai perlu dilakukan secara lebih masif sejak sebelum keberangkatan hingga menjelang kepulangan jemaah.

Timwas Haji DPR, lanjut Atalia, akan terus mengawasi proses pemulangan hingga seluruh kloter tiba di Indonesia. Berbagai kendala yang ditemukan selama operasional haji tahun ini akan dievaluasi dan dijadikan bahan perbaikan untuk penyelenggaraan ibadah haji pada tahun mendatang. (sat)