Sabtu, 12 Sep 2026 - :
23 Agu 2026 - 12:21 | 56 Views | 0 Suka

Delapan Kandidat Berebut Kursi Sekjen PBB, dari Mantan Presiden hingga Diplomat Karier

12 mnt baca

Inilahdata.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar proses pemilihan sekretaris jenderal (sekjen) ke-10 sepanjang tahun ini. Sosok yang terpilih nantinya akan memegang tampuk kepemimpinan organisasi multilateral tersebut selama lima tahun, terhitung sejak 1 Januari 2027, menggantikan Antonio Guterres yang masa baktinya akan segera tuntas.

Dinamika bursa kandidat mulai menunjukkan arah. Reuters melaporkan, hasil jajak pendapat informal kedua yang berlangsung pada Jumat (21/8) mengindikasikan diplomat asal Guyana, Carolyn Rodrigues Birkett, tampil unggul tipis dibanding pesaing lainnya, menurut sejumlah sumber yang mengetahui langsung jalannya proses tersebut.

Berikut rekam jejak delapan kandidat yang tengah bersaing memperebutkan posisi puncak di Markas Besar PBB.

Rafael Grossi (65), Diplomat Nuklir dari Argentina

Grossi telah enam tahun memimpin Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai direktur jenderal, lembaga yang selama ini mengawasi ketat program nuklir Iran.

Ia turut berperan dalam upaya mempertahankan sisa-sisa kesepakatan nuklir 2015 pasca Presiden AS Donald Trump menarik Washington dari perjanjian tersebut pada 2018, meski langkahnya terhadap Teheran tak lepas dari kritik sejumlah pihak yang menilainya terlalu akomodatif.

Ayah dari delapan anak yang menguasai beberapa bahasa asing ini juga dikenal berhasil menempatkan tim kecil IAEA di kompleks PLTN Zaporizhzhia yang berada di bawah kendali Rusia di Ukraina.

Kedekatannya dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB membuat sejumlah diplomat menilainya sebagai salah satu kandidat terkuat, meski Rusia sendiri telah menyatakan keberatan atas pencalonannya.

Rebeca Grynspan (70), Ekonom Reformis dari Kosta Rika

Kini memimpin Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Grynspan menyebut dirinya sebagai multilateralis reformis yang sepanjang kariernya kerap berhadapan dengan hambatan berbasis gender.

Ia telah mengundurkan diri sementara dari tugasnya di UNCTAD hingga September demi menghindari benturan kepentingan selama masa kampanye.

Jika terpilih, mantan Wakil Presiden Kosta Rika ini akan mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi sekjen PBB. Ia menegaskan tidak menuntut perlakuan istimewa karena statusnya itu.

“Saya tidak mengharapkan perlakuan khusus. Saya menginginkan perlakuan yang setara,” katanya kepada Reuters.

Grynspan menyebut dirinya sebagai pemimpin matang yang akan mendorong PBB tampil lebih lincah lewat kolaborasi lintas pihak tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi.

Michelle Bachelet (74), Mantan Presiden Cile Dua Periode

Bachelet pernah menjabat Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan direktur eksekutif UN Women pada 2010-2013.

Awalnya didukung Brasil dan Meksiko, dukungan dari negara asalnya sendiri justru dicabut pada Maret 2026 seiring pergeseran haluan politik Cile ke arah kanan.

Pencalonannya juga menuai penolakan dari kalangan konservatif Amerika Serikat lantaran sikapnya yang pro hak aborsi.

Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, disebut turut mempersulit langkahnya pada April lalu dengan mempersoalkan kelayakannya.

Sementara Senator Republik Pete Ricketts sebelumnya mengkritiknya karena dianggap kurang tegas menyebut perlakuan Cina terhadap warga Uighur sebagai genosida saat menjabat di badan HAM PBB.

Hingga kini Beijing belum bersikap terkait pencalonan Bachelet.

Macky Sall (64), Ahli Geologi, Mantan Presiden Senegal

Sall memimpin Senegal selama 12 tahun hingga 2024 dan dikenal vokal memperjuangkan kepentingan negara berkembang, termasuk soal beban utang.

Ia juga getol menyuarakan reformasi Dewan Keamanan PBB agar negara berkembang mendapat representasi lebih besar, termasuk peluang kursi tetap.

“Lebih dari sebelumnya, multilateralisme yang diperbarui tetap menjadi cara terbaik untuk menanggapi tantangan dunia yang sedang mengalami transformasi penuh,” tulisnya di platform X.

Dicalonkan oleh Burundi, Sall berpeluang menjadi sekjen PBB ketiga asal Afrika setelah Boutros Boutros-Ghali dan Kofi Annan.

Maria Fernanda Espinosa (61), Diplomat Senior Ekuador
Pernah menjabat menteri luar negeri dan menteri pertahanan di era Presiden Rafael Correa, Espinosa dicalonkan oleh Antigua dan Barbuda.

Ia memiliki rekam jejak sebagai penasihat isu keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan kebijakan masyarakat adat bagi PBB serta berbagai organisasi nonpemerintah.

Pengalamannya sebagai duta besar Ekuador untuk PBB sekaligus presiden Majelis Umum PBB dinilai memberinya pemahaman mendalam atas seluk-beluk organisasi.

“Saya mengajukan pencalonan yang didasarkan pada keyakinan sederhana: PBB harus memulihkan keberanian untuk memprioritaskan, disiplin untuk memberikan hasil, dan kepercayaan politik untuk bertindak dengan tujuan,” ujarnya menjelaskan visi pencalonannya.

Carolyn Allison Farida Rodrigues Birkett, Diplomat Karier Guyana

Menjabat perwakilan tetap Guyana untuk PBB sejak 2020, Rodrigues Birkett tercatat sebagai perempuan sekaligus warga pribumi berpangkat tertinggi yang pernah menjadi menteri luar negeri Guyana, serta pernah mengisi sejumlah posisi senior di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Jika terpilih, ia akan menjadi perempuan sekaligus warga Karibia pertama yang memimpin PBB.

Dalam kampanyenya, ia berjanji memperkuat efektivitas PBB lewat pencegahan konflik dan aksi iklim yang lebih tegas, dan menurut jajak pendapat informal kedua pada Jumat (21/8), namanya kini tercatat unggul tipis di antara para pesaing.

Olara Otunnu (75), Diplomat Senior Uganda

Sebagai kandidat tertua dalam bursa saat ini, mantan wakil sekjen PBB yang dicalonkan Uganda ini menyerukan pemulihan otoritas moral PBB di tengah gelombang konflik global.

Otunnu menekankan pentingnya keberlanjutan reformasi kelembagaan PBB serta prioritas menuntaskan konflik-konflik internasional besar.

Ia bahkan mengusulkan pembentukan badan khusus untuk mengawasi kerja PBB di bidang kecerdasan buatan (AI), sembari tetap menekankan pentingnya kebijakan iklim yang memperhitungkan kebutuhan pembangunan ekonomi.

Ivonne Baki (75), Diplomat Ekuador Keturunan Lebanon

Dicalonkan oleh Tonga pada Agustus, Baki lahir dari orang tua imigran Lebanon dan sempat tinggal di negara tersebut sepanjang perang saudara 1975-1990, pengalaman yang kini menjadi landasan kampanyenya yang berfokus pada pencegahan konflik.

“Saya akan berada di lapangan, bukan hanya di meja di New York, di zona perang, di daerah-daerah yang tegang, melibatkan setiap pihak secara langsung untuk menghentikan konflik sebelum meletus,” ujarnya.

Baki mengklaim pencalonannya mendapat sokongan AS dan secara terbuka menyebut kedekatannya dengan Presiden Donald Trump maupun mantan Presiden Bill Clinton, klaim yang hingga kini belum direspons pemerintah AS.

Proses seleksi sekjen PBB pada dasarnya melibatkan konsultasi informal di Majelis Umum sebelum rekomendasi akhir diserahkan ke Dewan Keamanan, di mana restu lima anggota tetap, AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Cina, kerap menjadi penentu utama siapa yang akhirnya melenggang ke kursi tertinggi organisasi dunia itu. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%