Sabtu, 12 Sep 2026 - :
14 Agu 2026 - 17:39 | 55 Views | 0 Suka

Dari Ambang Pailit, Prabowo Yakin Garuda Cetak Laba Awal 2027

10 mnt baca

Inilahdata.com – Setelah bertahun-tahun terjebak rugi dan sempat berada di ambang kebangkrutan, Garuda Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8), memperkirakan maskapai pelat merah itu bakal mulai membukukan keuntungan pada awal 2027.

Prabowo menceritakan kondisi Garuda yang sempat nyaris pailit, dengan puluhan pesawat yang di-grounded karena perusahaan tak sanggup membiayai perbaikannya. Kini, katanya, ceritanya mulai berbalik.

Per Juni 2026, ada tambahan 20 pesawat yang berhasil direaktivasi, sehingga total armada yang beroperasi mencapai 140 unit.

“Per bulan Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, sehingga menjadi 140 pesawat,” ujarnya.

Yang menarik, Prabowo bahkan menyebut Garuda sebetulnya berpeluang mencetak laba lebih cepat, pada Juli tahun ini, andai tak ada eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengerek harga bahan bakar dan menekan nilai tukar rupiah. Karena faktor itu, target pun digeser lebih realistis ke awal tahun depan.

“Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung,” katanya.

Rugi Menyempit, Bukan Sekadar Rugi

Data keuangan resmi memperlihatkan gambaran yang lebih bernuansa dibanding sekadar “Garuda masih rugi”.

Pada kuartal pertama 2026, GIAA memang masih mencatatkan rugi bersih senilai US$41,62 juta atau setara Rp707,49 miliar. Tapi angka itu justru menyusut 45,2 persen dibanding rugi periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$79,49 juta.

Pendapatan usaha perusahaan pun naik dari US$723,56 juta menjadi US$762,35 juta, disumbang penerbangan berjadwal senilai US$648,10 juta, penerbangan tidak berjadwal US$24,98 juta, dan pendapatan lain-lain US$89,27 juta. Di saat bersamaan, beban usaha justru turun tipis dari US$718,36 juta menjadi US$713,22 juta.

Perbaikan efisiensi ini juga tecermin dari jumlah karyawan Garuda dan entitas anak yang menyusut dari 10.852 orang di akhir 2025 menjadi 10.724 orang per 31 Maret 2026, bagian dari siklus normal pensiun dan pengunduran diri, bukan pemutusan hubungan kerja massal.

Bayang-Bayang Timur Tengah

Perbaikan kinerja ini tidak lepas dari tekanan eksternal yang sempat menghantam sektor penerbangan global. Managing Director Finance Danantara Asset Management, Sahala Situmorang, mengakui perang antara Amerika Serikat dan Iran beserta lonjakan harga minyak memukul kinerja Garuda secara signifikan.

“Tentu saja, kami semua tahu mereka sangat terdampak,” ujarnya dalam diskusi Fitch on Indonesia 2026 di Jakarta, akhir April lalu.

Sahala menyoroti harga avtur yang nyaris berlipat ganda serta rupiah yang sempat menembus level Rp17.300 per dolar AS, dua faktor yang langsung menggerus arus kas maskapai.

Danantara, katanya, terus memantau dampaknya bersama manajemen GIAA sembari menyiapkan skema dukungan finansial. “Tetapi yang pasti, kami ada di sana untuk mendukung Garuda,” tegasnya.

Dukungan itu bukan sekadar janji. Danantara sebelumnya telah menggelontorkan penyertaan modal senilai Rp23,67 triliun ke Garuda pada awal Desember 2025, kombinasi setoran modal tunai Rp17,02 triliun dan konversi utang pemegang saham Rp6,65 triliun.

Sekitar Rp15 triliun dari dana itu dipakai menuntaskan kewajiban Citilink, anak usaha Garuda, sementara Rp8,7 triliun sisanya dialokasikan untuk perawatan dan pemeliharaan armada, termasuk yang kini membuat puluhan pesawat bisa kembali mengudara.

Bukan Cerita Garuda Saja

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga memamerkan kinerja sejumlah BUMN lain yang mencatat lonjakan laba bersih signifikan sepanjang semester pertama 2026: Semen Indonesia melesat 408,9 persen, Pupuk Indonesia naik 252,8 persen, Pertamina tumbuh 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan Perkebunan Nusantara 54,4 persen.

Pencapaian itu disandingkan dengan klaim restrukturisasi besar-besaran di tubuh BUMN, dari semula 1.074 perusahaan (termasuk anak dan cucu usaha) menjadi ditargetkan hanya 300 pada akhir 2026, dengan 290 di antaranya sudah ditutup.

Prabowo mengeklaim langkah ini telah menghemat biaya overhead lebih dari Rp50 triliun, dengan target penghematan tembus Rp70 triliun pada akhir tahun, dana yang menurutnya bisa dialihkan untuk perbaikan puskesmas, renovasi sekolah, hingga rumah rakyat.

Meski optimisme pemerintah cukup tinggi, pemulihan Garuda tetap bergantung pada variabel yang sulit dikendalikan dari Jakarta: harga bahan bakar global dan stabilitas geopolitik.

Prabowo sendiri mengakui bahwa tanpa gejolak perang di Timur Tengah, momentum untung sebenarnya sudah bisa dicapai dua bulan lebih cepat dari target yang kini dipasang.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%