Intelijen Keuangan & Anti-Judi Online
Jakarta · 6 Agustus 2026
Desk Hukum
PPATK · RP1,02 T DEPOSIT JUDI ONLINE PIALA DUNIA · 2.815 REKENING DIBEKUKAN
Deteksi PPATK · Momentum Piala Dunia 2026
Rp1,02T
Deposit Judi Online Berkedok Piala Dunia 2026
Perhatian publik pada Piala Dunia jadi celah — PPATK membekukan 2.815 rekening bersaldo Rp325,43 miliar dalam waktu singkat.
Rekening Dihentikan
2.815Rekening
Terkait deposit judi online Piala Dunia
Saldo Dibekukan
Rp325,43Miliar
Total saldo pada rekening yang dihentikan
Perputaran Semester I/2026
Rp86,82Triliun
467,32 juta transaksi judi online
Deposit Semester I/2026
Rp22,05Triliun
226,76 juta transaksi via bank, e-wallet, QRIS
Perubahan Tahunan Semester I (2025→2026)
Jumlah Transaksi Teridentifikasi▲ 167,2%
Frekuensi Deposit▲ 139,9%
Dana berputar mengecil, tapi jumlah transaksi melonjak — sinyal jaringan judi online memecah transaksi jadi nominal kecil & frekuensi tinggi, sekaligus bukti deteksi PPATK makin tajam.
Komposisi Instrumen Deposit (Nominal)
QRIS 56,04%
Bank & E-Wallet 43,96%
Rp12,36 T · 198,77 juta transaksiRp9,69 T · 27,99 juta transaksi
Dari sisi frekuensi, porsi QRIS bahkan mencapai 87,66% dari seluruh transaksi deposit. PPATK menegaskan masalahnya bukan pada QRIS, melainkan penyalahgunaan merchant, identitas, dan tujuan transaksi.
Pernyataan Kepala PPATK
“Peningkatan frekuensi transaksi juga memperlihatkan bahwa kemampuan deteksi kita semakin baik, sehingga sekecil apa pun transaksi mencurigakan semakin dapat dikenali.”
Ivan Yustiavandana — Kepala PPATK, keterangan tertulis, 5/8/2026
“Yang harus kita lawan adalah pihak yang menyalahgunakan kemudahan teknologi pembayaran untuk menyamarkan transaksi ilegal.”
Ivan Yustiavandana — Kepala PPATK, keterangan tertulis, 5/8/2026
1
PPATK menemukan deposit judi online berkedok Piala Dunia 2026 senilai Rp1,02 triliun dari 6 juta transaksi, lalu membekukan 2.815 rekening bersaldo Rp325,43 miliar.
2
Perputaran dana judi online semester I/2026 turun 12,9% yoy, tetapi jumlah transaksi teridentifikasi naik 167,2% seiring kemampuan deteksi yang makin optimal.
3
QRIS mendominasi 56,04% nominal dan 87,66% frekuensi deposit judi online — PPATK menegaskan akar masalah ada pada penyalahgunaan merchant, bukan instrumennya.
Sumber
Keterangan tertulis Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Rabu 5 Agustus 2026, memuat hasil analisis transaksi judi online periode Piala Dunia 2026 dan data semester I/2026.
DESK HUKUM
INILAHDATA.COM · Update 6 Agu 2026