Krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas. BPBD Jatim mencatat 24 dari 38 kabupaten/kota telah menetapkan status darurat kekeringan, dengan wilayah Kepulauan Madura tercatat sebagai kantong kekeringan paling parah.
TANAH RETAK AKIBAT KEKERINGAN DI JAWA TIMUR, 7 SEPTEMBER 2026
“Bangkalan dan Sumenep, serta Pamekasan, ini yang menjadi perhatian kami. Kami sudah menurunkan sejumlah bantuan ke wilayah tersebut, dengan total 5.410 rit air bersih, ditambah sekitar 1.400 tandon.”
Gatot Soebroto
Senin, 7 September 2026
ResponsLangkah Penanganan yang Ditempuh BPBD
Tahap 1
Distribusi air bersih ke 20 kabupaten
Prioritas penyaluran diarahkan ke Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan sebagai wilayah dengan kekeringan terparah.
Tahap 2
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijalankan
Selain memicu hujan, OMC juga digunakan untuk membasahi kawasan gunung dan hutan yang rawan kebakaran.
Tahap 3
Koordinasi ketat dengan BMKG
OMC hanya dijalankan bila terdeteksi potensi awan hujan; pergerakan awan dan angin terus dipantau bersama BMKG.
RingkasanAngka Kunci Penanganan Kekeringan
Wilayah Prioritas
Madura
Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan tercatat sebagai daerah terdampak paling parah.
Bantuan Disalurkan
5.410 Rit Air
Ditambah sekitar 1.400 tandon, tandon lipat, dan terpal untuk penampungan air.
Rekayasa Cuaca
OMC & BMKG
Operasi hanya berjalan saat terdeteksi potensi awan hujan di wilayah sasaran.
“OMC baru dilakukan kalau memang sudah terdeteksi ada potensi awan hujan. Tanpa awan hujan, OMC mustahil dijalankan,” ujar Gatot Soebroto, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur.
INILAHDATA.COM
Sumber: [cantumkan nama media asal], 7 September 2026.