Bank Indonesia · Riset PT Bank Permata Tbk Data per Agustus 2026
Defisit US$0,88 Miliar
Menyusut Tajam dari US$9,1 Miliar di Kuartal Sebelumnya
Perbaikan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026 ditopang derasnya arus modal asing, bukan cerminan menguatnya transaksi eksternal — sebab transaksi berjalan justru melebar ke US$12,5 miliar.
PENGUKURKecukupan Cadangan Devisa
5,6 Bulan Impor
Kecukupan Cadangan Devisa
Cadangan devisa US$145,6 miliar setara 5,6 bulan impor, atau 5,4 bulan jika ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah — hampir dua kali standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.
US$145,6 M
Cadangan Devisa
US$12,5 M
Defisit Transaksi Berjalan
3 Kuartal
NPI Bertahan Negatif Beruntun
DATAPenyebab Pelebaran Transaksi Berjalan
Menyusut
Surplus Perdagangan Barang
US$1,3 M
Turun tajam dari US$8,2 miliar pada kuartal sebelumnya
Melebar
Defisit Perdagangan Migas
US$10,18 M
Dari US$5,09 miliar, terdorong lonjakan harga minyak dunia
Melebar
Defisit Neraca Jasa
US$5,9 M
Dari US$4,4 miliar, dipicu lonjakan belanja saat musim haji
Melebar
Defisit Pendapatan Primer
US$9,7 M
Dari US$9,1 miliar, imbal hasil investor asing naik
SOROTANAliran Modal Berkilau
Transaksi modal & finansial berbalik surplus US$11,95 miliar dari defisit US$4,77 miliar, ditopang derasnya arus masuk ke SRBI, SBN, dan obligasi global.
US$4,9 M
FDI Masuk (dari US$3,8 M)
US$2,8 M
Surplus Investasi Langsung
↑ Signifikan
Portofolio via SRBI & SBN
KUTIPANPandangan Ekonom
Faisal Rachman · Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI)
Menilai keberlanjutan arus modal jangka menengah-panjang bergantung pada “efektivitas implementasi reformasi struktural untuk memperkuat fundamental makroekonomi Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, dan memperbaiki iklim investasi.”
Faisal Rachman · Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI)
Memperkirakan Bank Indonesia “masih perlu menggunakan cadangan devisa untuk mendukung stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek hingga menengah.”
PROYEKSICadangan Devisa Akhir 2026
US$143-147 M
Proyeksi kisaran cadangan devisa pada akhir 2026 menurut Faisal Rachman.
US$156,47 M
Posisi cadangan devisa pada akhir 2025, sebagai titik pembanding tren penurunan.
CATATAN RISIKOFaktor Penentu ke Depan
1
Reformasi struktural jadi kunciKeberlanjutan arus modal jangka menengah-panjang bergantung pada penguatan fundamental makroekonomi dan iklim investasi.
2
Bayang-bayang geopolitik & dagang globalKetegangan perdagangan dunia dan risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama penentu dinamika arus modal ke Indonesia.
3
Rupiah berpotensi tetap volatilArus masuk portofolio diperkirakan moderat, sehingga BI kemungkinan masih perlu memakai cadangan devisa untuk redam gejolak kurs.
Angka defisit yang mengecil di permukaan menyimpan cerita yang lebih rumit: ekonomi Indonesia kini bersandar pada derasnya modal asing yang bisa sewaktu-waktu berbalik arah, bukan pada kekuatan transaksi eksternal itu sendiri.
INILAHDATA.COM
Sumber: Bank Indonesia (BI); catatan riset ekonomi PT Bank Permata Tbk (BNLI) oleh Faisal Rachman.