PELUANG KAJI ULANG DESIL DTSEN — MENUNGGU SENSUS EKONOMI BPS
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sistem desil setara skala 0–100%, sehingga mustahil ada desil ke-11 atau ke-12. Kajian ulang baru bisa dilakukan setelah Sensus Ekonomi 2026 BPS rampung.
TANGGA DESILDari Desil 1 hingga Desil 10
Penanda mendaki dari desil 1 (10% terbawah) hingga desil 10 (10% teratas) — zona yang kini ramai dipersoalkan warganet.
Skala kesejahteraan0% — 100%, tak bisa lebih
DEFINISIApa Itu Desil dan Apa Fungsinya
Sepuluh kelompok, masing-masing 10%Struktur
Desil 1 = keluarga dengan kesejahteraan 10% terbawah. Desil 10 = keluarga dengan kesejahteraan 10% teratas. Semakin tinggi desil, semakin dinilai sejahtera.
Variabel penyusun penilaianSumber: Kemensos
Diukur dari data individu, perumahan, dan aset keluarga.
PekerjaanPendidikanKondisi rumahDaya listrikKepemilikan aset
Dipakai untuk menentukanDampak kebijakan
Desil menjadi tolok ukur penerima bantuan sosial, serta wacana teranyar pembatasan pembelian BBM bersubsidi.
KATA MENKODua Pernyataan Kunci Airlangga Hartarto
Soal Kewenangan & Waktu Kajian
“Itu kan (desil) di BPS. BPS sedang melakukan sensus ekonomi. Kami tunggu saja sensus ekonominya,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Soal Batasan Matematis Desil
“Desil itu selalu sampe 10, sama seperti 0% – 100%. Kan tidak mungkin 0% – 120%. Kalau Desil 12 itu 120% nanti,” ujarnya.
LINIMASAMenuju Kajian Ulang
1
Sensus Ekonomi 2026 berjalanBPS menjalankan SE2026 sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
2
Hasil sensus jadi basis kajianPeluang kaji ulang desil DTSEN bergantung pada data yang dihasilkan sensus ini.
3
Struktur 10 desil tetap dipertahankanYang dikaji ulang adalah akurasi penentuannya, bukan jumlah tingkatan desil itu sendiri.
Angka desil bukan sekadar statistik di atas kertas—ia menentukan siapa yang berhak menerima bantuan dan siapa yang dianggap mampu, sehingga akurasinya menjadi soal keadilan, bukan sekadar administrasi data.