Rakor Inflasi · 18 Agustus 2026 Selasa, 18 Agustus 2026
Harga Beras Naik 13,01% di Bone Bolango
DI TENGAH STOK BULOG NASIONAL 5,2 JUTA TON
Kemendagri menyoroti paradoks ini: kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras tertinggi se-Indonesia justru terjadi saat stok Bulog melimpah, dan meminta pemda segera menggelar operasi pasar.
PERNYATAANSekretaris Jenderal Kemendagri
“Kenaikan harga beras 13% itu sangat dirasakan oleh masyarakat… karena semua makan beras. Kalau cabai, sebagian tidak makan cabai.”
— Tomsi Tohir, Sekretaris Jenderal Kemendagri
PARADOKS PASOKANStok Penuh, Harga Tetap Naik
Silo Bulog: 5,2 Juta TonHarga Tetap NaikOperasi Pasar Diminta Digelar
INSTRUKSIPerintah ke Pemda
“Stok nasional kita luar biasa banyaknya… Jadi tidak boleh sedikitpun ada kenaikan harga beras dengan stok kita yang banyak.”
— Tomsi Tohir, Sekretaris Jenderal Kemendagri
DUA PENYEBABBukan Satu Cerita yang Sama
Bone Bolango
Kekeringan Panjang
Produktivitas sawah & hasil panen tertekan, stok di lapangan ikut menipis menurut Dinas Pertanian setempat.
Pohuwato
Diduga Permainan Harga
Produksi & stok penggilingan diklaim stabil — kenaikan diduga ciptaan pedagang, bukan soal pasokan.
RESPONS DAERAHLangkah Intervensi Bone Bolango
Menyiapkan pos belanja tidak terduga untuk rencana intervensi pasar
Mengandalkan sejumlah areal yang panen pada Agustus 2026 untuk menambah stok
SEBARANDua Kabupaten dengan IPH Beras Tertinggi
Bone Bolango
13,01%
Pohuwato
9,67%
Stok Beras Nasional yang Dikuasai Bulog
5,2 Juta Ton
Gudang yang penuh tidak selalu berarti meja makan tenang — antara silo dan pasar masih ada jarak yang harus diputus lewat operasi pasar, bukan sekadar dibiarkan menutup diri dengan angka stok.
Sumber: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) — Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, disiarkan YouTube Kemendagri; Badan Pusat Statistik (BPS), 18 Agustus 2026.