BPS mencatat 9,34% rumah tangga di Indonesia masih menggunakan asbes sebagai atap rumah — material yang secara resmi tidak memenuhi kriteria ketahanan bangunan maupun standar kesehatan SDGs.
01Asbes Dinyatakan Tidak Layak
“Sehingga asbes itu masuk kepada yang tidak layak. Karena asbes tidak memenuhi syarat ketahanan bangunan, karena memang secara SDGs pun asbes itu tidak memenuhi syarat kesehatan.”
— Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS
Dikategorikan Bahan Beracun & Berbahaya
Dinas Kesehatan DKI Jakarta (2024) mencatat asbes berpotensi memicu penyakit akibat kandungan karsinogenik yang tinggi. Asbes masuk kategori B3 sesuai PP No. 18/1999 tentang Pengelolaan Limbah B3.
02Provinsi Pengguna Asbes Tertinggi
1
Kepulauan Bangka Belitung56,70%
2
DKI Jakarta54,59%
3
Kepulauan Riau29,79%
4
Banten16,52%
5
Jawa Barat15,02%
9,34%
Rata-rata nasional. Lima provinsi berikutnya — NTB (9,51%), Lampung (8,56%), Kalimantan Selatan (6,40%), Jawa Timur (6,18%), dan Jawa Tengah (5,70%) — masih di atas angka ini.
“Provinsi lain di bawah 30%, Bapak Ibu. Bahkan di beberapa daerah seperti Kalimantan Utara dan Gorontalo, tidak ada Pak, jarang sekali atau tidak ketemu yang menggunakan asbes.”
— Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS
03Empat Kriteria Rumah Layak Huni
87,5%
Ketahanan Bangunan (naik dari 87,10%)
94,91%
Luas Lantai/Kapita (naik dari 94,66%)
93,71%
Air Minum Layak (naik dari 93,22%)
86,37%
Sanitasi Layak (naik dari 85,37%)
AtapBeton, genteng, seng, atau kayu sirap
DindingTembok, plesteran, anyaman bambu kawat, kayu, atau papan
LantaiMarmer, granit, keramik, vinil, karpet, kayu, papan, semen, atau bata merah
04Konteks: Backlog Rumah Membaik
12,39%
Backlog 1 9,29 juta RT
24,03%
Backlog 2 18,01 juta RT
70,3%
Akses Layak & Terjangkau
Data ini menunjukkan kondisi perumahan nasional terus membaik secara kuantitas, tetapi persoalan kualitas material bangunan — termasuk atap asbes yang tak memenuhi standar ketahanan maupun kesehatan — masih menjadi tantangan yang perlu dituntaskan.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), pemaparan Statistik Perumahan 2026, Kamis (13/8/2026).