Kejahatan nasional turun (584.991 → 561.993 kasus), tapi korban yang menjadi sasaran justru naik jadi 0,73%.
Cuma 20,28% korban yang lapor ke polisi, kepercayaan publik masih jadi PR.
Di usia ke-80, Polri didorong makin fokus ke kejahatan siber dan wilayah rawan seperti Metro Jaya & Sumut.
● POLRI / BPS STATISTIK KRIMINAL 2024–2025JAKARTA — DATA DESK
HUT Ke-80 Bhayangkara
80Tahun
Delapan Dekade HUT Bhayangkara: Potret Keamanan Nasional dalam Angka
Kejahatan menurun, penyelesaian perkara membaik — namun rasa aman warga belum sepenuhnya tercermin dalam data resmi.
SUMBER DATA: BADAN PUSAT STATISTIK, STATISTIK KRIMINAL 2024/2025 · FOTO: MEDIAHUB.POLRI.GO.ID
Nouval Rivaldy Baguska · Muhammad Raul Adriano Alfahredzy
Gulir untuk melihat data
Setiap 56 detik, satu tindak kejahatan tercatat di Indonesia.
Crime Clock 2023
53 detik
→
Crime Clock 2024
56 detik
Indikator Utama
Lima Indikator Keamanan Nasional, 2023 vs 2024
Sebagian besar indikator kriminalitas membaik — tetapi jumlah korban dan kesenjangan pelaporan menunjukkan gambaran yang lebih rumit dari sekadar angka menurun.
Jumlah Kejahatan
561.993
▼ 3,9% dari 584.991
Total tindak pidana hasil registrasi kepolisian sepanjang 2024.
Tingkat Kejahatan / 100rb Penduduk
204
▼ 4,7% dari 214
Crime rate nasional tahun 2024.
Crime Clock
56s
▲ dari 53 detik
Interval waktu antar-kejadian kejahatan tercatat.
Penduduk Jadi Korban
0,73%
▲ dari 0,68%
Persentase penduduk yang menjadi korban kejahatan, 2024.
Tingkat Pelaporan ke Polisi
20,28%
Masih rendah
Hanya sekitar 1 dari 5 korban melapor ke kepolisian.
Perbandingan Tahunan
Tren Menurun di Dua Indikator Utama
Jumlah Kejahatan (kasus)2023
584.991
2024
561.993
20232024 (−3,9%)
Crime Rate (per 100.000 penduduk)2023
214
2024
204
20232024 (−4,7%)
Sebaran Wilayah
Lima Wilayah Polda dengan Tindak Pidana Tertinggi, 2024
Total nasional: 561.993 kasus. Kriminalitas tertinggi terkonsentrasi di Pulau Jawa dan wilayah perkotaan besar.
* Angka pasti Jawa Tengah tidak tercantum pada infografis sumber; posisi lima besar mengacu pada urutan resmi BPS. Panjang batang bersifat indikatif.
Di Balik Angka
Ketika Kriminalitas Turun, Bukan Berarti Rasa Aman Otomatis Naik
Ancaman yang Berubah Bentuk
Penipuan daring, pencurian data pribadi, dan serangan siber tumbuh setiap tahun — memaksa Polri bertransformasi dari mengandalkan patroli fisik menuju forensik digital dan analisis data.
Momentum 80 tahun juga menandai pergeseran fokus: dari sekadar menjaga stabilitas negara di masa awal kemerdekaan, menjadi penanganan kejahatan transnasional, perdagangan manusia, narkotika, dan kejahatan ekonomi.
Kesenjangan Kepercayaan
Hanya 20,28% korban kejahatan yang melapor ke polisi — mengindikasikan hambatan berupa kurangnya kepercayaan publik, akses layanan hukum, dan anggapan proses pelaporan belum efektif.
Peningkatan kualitas layanan publik, transparansi penanganan perkara, serta penguatan community policing menjadi agenda penting memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
"Delapan dekade Bhayangkara bukan hanya peringatan sejarah, melainkan momentum evaluasi berbasis data."