Sabtu, 12 Sep 2026 - :
30 Jul 2026 - 09:37 | 105 Views | 0 Suka

240 Bendungan Siaga Hadapi Ancaman El Nino Godzilla

12 mnt baca

Inilahdata.com – Pemerintah memastikan 240 bendungan di seluruh Indonesia sudah dalam kondisi siap dioperasikan menjelang datangnya Super El Nino, fenomena cuaca yang belakangan populer disebut “El Nino Godzilla” karena diprediksi datang lebih awal dan membawa gelombang kekeringan yang jauh lebih ganas dari biasanya.

Ratusan waduk tersebut disiapkan bukan sekadar sebagai penampung air, melainkan sebagai benteng terakhir ketahanan pangan nasional saat musim tanam bergantung penuh pada pasokan air baku, bukan lagi pada hujan.

Kurnia Ramadhana, Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), menegaskan bendungan kini menjadi tumpuan utama suplai air untuk lahan pertanian, terutama di wilayah yang selama ini masih mengandalkan sistem tadah hujan.

Menurutnya, semakin tidak menentunya pola musim membuat sawah-sawah semacam itu paling rentan gagal panen begitu kemarau memanjang.

“Saat ini ratusan bendungan yang ada turut menjadi salah satu infrastruktur yang disiagakan pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau yang disebabkan fenomena El Nino,” ujar Kurnia dalam konferensi pers di Gedung Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Selain mengandalkan bendungan yang sudah beroperasi, pemerintah juga tengah mengebut penyelesaian 15 bendungan baru yang tersebar di sepuluh provinsi, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, hingga Maluku.

Proyek yang masuk daftar proyek strategis nasional (PSN) ini membutuhkan anggaran Rp32,8 triliun dan ditargetkan rampung bertahap hingga 2029.

Kapasitas Air yang Disiagakan

Data Kementerian Pekerjaan Umum per akhir Juli 2026 menyebutkan, 240 bendungan yang sudah beroperasi memiliki total daya tampung 9,74 miliar meter kubik air.

Angka ini masih ditopang oleh jaringan penampung air lain: 601 situ dan danau dengan volume 135,59 miliar meter kubik, 1.034 tampungan air baku berkapasitas 435,67 juta meter kubik, serta 10.789 sumur bor yang mampu memompa 114,8 ribu meter kubik air per detik.

Adapun 15 bendungan yang masih dibangun diproyeksikan menampung lebih dari 1 miliar meter kubik air begitu semuanya rampung, dan akan mengaliri irigasi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian di berbagai daerah.

Target Rampung Bertahap sampai 2029

Sejumlah bendungan dijadwalkan lebih dulu selesai pada 2026, yaitu Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo (kapasitas 93,75 juta meter kubik, mengairi 757 hektare) dan Bendungan Jragung di Semarang, Jawa Tengah (90 juta meter kubik, melayani irigasi 6.564 hektare).

Berikutnya, Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat, Bendungan Mbai di Nusa Tenggara Timur, dan Bendungan Way Apu di Maluku ditargetkan tuntas 2027. Bendungan Cibeet, Cijurey, dan Jenelata direncanakan beroperasi pada 2028, sementara Bendungan Bagong, Bener, Cabean, Karangnongko, Manikin, dan Riam Kiwa baru akan rampung pada 2029.

Dari sisi kapasitas, Bendungan Jenelata di Gowa, Sulawesi Selatan diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dengan tampungan 223,6 juta meter kubik.

Disusul Bendungan Tiga Dihaji di Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatra Selatan (139,77 juta meter kubik), dan Bendungan Cibeet di Bogor, Jawa Barat (97,53 juta meter kubik).

Kurnia mengingatkan bahwa tanpa dukungan infrastruktur seperti ini, banyak daerah pertanian masih akan terus bergantung pada pola tanam tadah hujan yang mudah goyah begitu iklim berubah drastis, baik saat kemarau panjang maupun saat hujan ekstrem melanda.

Karhutla Jadi Perhatian Serius Istana

Isu ketersediaan air ini juga sempat dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, ada dua agenda besar yang dibahas: menjaga pasokan air selama kemarau, dan memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk menjaga debit air di waduk dan danau tetap terjaga selama kemarau, pemerintah berencana menggelar operasi modifikasi cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Di sisi lain, pencegahan karhutla difokuskan pada upaya menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah tersulut api.

“Tanah lahan gambut itu juga harus tetap dalam kondisi yang basah. Ini untuk memitigasi potensi kebakaran hutan,” kata AHY. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%