
Inilahdata.com – Pemerintah resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura mulai Sabtu (24/10/2026). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut langkah ini diambil agar pasokan gas untuk kebutuhan listrik di dalam negeri tetap terjaga.
Pengalihan dilakukan lewat dua jalur. Pertama, gas dari Natuna dialihkan ke PLN Batam melalui Pipa WNTS, Pulau Pemping, hingga Batam.
“Mulai hari ini pasokan gas ke Singapura dialihkan ke dalam negeri dari Natuna ke PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam sebesar 15 juta standar kaki kubik,” kata Djoko, Sabtu (24/10/2026).
Kedua, pasokan dari Sumatra ke Singapura dikurangi 16 juta standar kaki kubik per hari melalui Pipa TGI. Gas itu dipakai untuk pembangkit listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra.
Djoko menyebut kebijakan ini mengacu pada Pasal 8 ayat (1) UU Migas, yang mewajibkan pemerintah memprioritaskan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri. Pemerintah juga akan memantau perkembangannya setiap hari.
Sehari sebelumnya, Jumat (23/10/2026) malam, Djoko sempat menjelaskan bahwa pemangkasan hanya menyasar Singapura. Ia bicara di sela Subroto Awards 2026 milik Kementerian ESDM di The Westin, Jakarta.
Saat ditanya soal ekspor ke negara tetangga lain, ia menjawab bahwa jaringan pipa ekspor memang hanya tersambung ke Singapura.
Wacana ini pertama kali dilontarkan Bahlil Lahadalia pada Rabu (21/10/2026), usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.
Bahlil, yang merangkap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri ESDM, mengaitkannya dengan ketahanan energi di tengah geopolitik global yang masih memanas.
Ia menyebut kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia sedang dalam kondisi harus bertahan atau survival.
“Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Bahlil. (**)
Halaman : 1 2