
Inilahdata.com – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei opinion leaders tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif.
Dalam survei itu, Mahfud MD mencatat rata-rata skor kualitas tokoh tertinggi, yakni 7,6 pada skala 0–10.
Posisi kedua ditempati Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan skor 7,0. Angka yang sama diperoleh Anies Baswedan, Dedi Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, dan Pramono Anung.
Pendiri SMRC Saiful Mujani menjelaskan, skor tersebut berasal dari penilaian terhadap kualitas kepemimpinan para tokoh dalam sejumlah kategori.
Ia menyebut tokoh-tokoh di papan atas, selain Mahfud, nilainya tidak berjauhan. Di ujung bawah, Kaesang, Gibran, Bahlil, Zulkifli Hasan, dan Prabowo berada di kisaran skor rata-rata 5,1 ke bawah, ujarnya dalam rilis survei SMRC secara daring, Kamis (15/10).
Menurut Saiful, secara umum Mahfud menjadi tokoh dengan penilaian terbaik dibandingkan tokoh lain dalam studi ini.
“Profesor Mahfud adalah yang secara umum dinilai yang terbaik, kira-kira begitu dari semua yang ada itu,” kata Saiful yang juga Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta.
Ia menyebut temuan itu berlaku bila dilihat dari berbagai ukuran, representasi, maupun kelompok.
Selain Mahfud, Saiful menyoroti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Penilaian positif opinion leaders terhadapnya dinilai sejalan dengan preferensi publik secara umum. Dalam sejumlah survei nasional, tingkat kesukaan publik pada Dedi disebut berada di atas 90.
“Tidak ada yang bisa, yang menyamai Dedi Mulyadi untuk kesejajaran antara opinion leader, evaluasi opinion leader dengan evaluasi massa secara umum,” ujarnya.
Saiful juga menyebut Ahok sebagai wakil kalangan politisi yang kini tidak memegang jabatan publik. Di antara pimpinan partai politik, Agus Harimurti Yudhoyono meraih skor terbaik.
Sementara di antara politisi yang menjabat, skor terbaik dimiliki Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Zainal Arifin Mochtar disorot sebagai intelektual independen yang selama ini kritis terhadap pemerintah.
Dengan demikian, ada lima tokoh yang menjadi sorotan studi: Mahfud MD, Dedi Mulyadi, Ahok, Pramono Anung Wibowo, dan Zainal Arifin Mochtar. Kelimanya mewakili kelompok yang berbeda.
Daftar skor rata-rata kualitas tokoh (skala 0–10)
Sepuluh kategori penilaian
Penilaian mencakup kapabilitas atau kompetensi, empati, integritas, akseptabilitas, sikap pluralis-inklusif, kemampuan memimpin, komitmen pada demokrasi, komitmen pada kesejahteraan umum, komitmen pada profesionalisme TNI dan Polri, serta komitmen pada politik luar negeri bebas aktif. Hasilnya dihitung menjadi skor rata-rata tiap tokoh.
Metodologi
SMRC menilai penilaian kualitas personal harus dilakukan responden yang mengenal seluruh tokoh yang dibandingkan, agar perbandingannya setara (apple to apple).
Respondennya opinion leaders dari beragam latar, yakni akademisi, pengamat, pimpinan media cetak, elektronik, dan daring, serta jurnalis senior yang kerap jadi narasumber media. Mereka dicari lewat metode snowballing, terutama dari penelusuran media nasional dan daerah.
Karena pemilihan responden tidak acak, SMRC menegaskan hasil studi ini lebih bersifat deskriptif ketimbang inferensial. Survei melibatkan 200 opinion leaders, terdiri dari 166 akademisi atau ilmuwan dan 34 jurnalis. Sebanyak 149 di antaranya bersedia namanya dipublikasikan sebagai penilai. (**)
Halaman : 1 2