
Inilahdata.com – Satu tahun setelah resmi menjadi anggota ASEAN, Timor-Leste mulai merasakan aliran investasi. Presiden Jose Ramos-Horta menyampaikan hal itu pada Senin (26/10/2026) dalam wawancara dengan Kyodo News di Istana Kepresidenan, Dili.
Ia menilai kepercayaan investor terhadap negaranya meningkat, dan mengaitkannya dengan keanggotaan di ASEAN. “Mungkin karena bergabung dengan ASEAN,” ujarnya.
Negara berpenduduk 1,4 juta jiwa itu resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 26 Oktober 2025. Soal kerja sama militer, Ramos-Horta menyinggung kesepakatan penguatan kerja sama dengan China pada 2024, termasuk latihan militer bersama.
Peraih Nobel Perdamaian itu menyarankan agar latihan semacam itu dibuat multilateral. Menurut dia, latihan bilateral ibarat “seekor nyamuk yang ikut berlatih bersama seekor gajah.” Ia menambahkan, “Jika latihan tersebut melibatkan China, Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia, maka kami akan ikut serta.”
Sejumlah proyek investasi kini berjalan. Perusahaan dagang Jepang Itochu Corp. bersama sebuah perusahaan Prancis membangun pembangkit listrik tenaga surya. Galangan kapal asal Hiroshima, Tsuneishi Shipbuilding Co., juga berencana membangun galangan di Timor-Leste.
Proyek-proyek ini diharapkan menggerakkan ekonomi lokal dan membuka ribuan lapangan kerja bagi tenaga kerja muda, seiring upaya negara itu mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas serta mendiversifikasi ekonomi. Ramos-Horta menyambutnya.
“Hal ini penting bagi Timor-Leste, tidak hanya untuk penciptaan lapangan kerja, tetapi juga untuk meningkatkan kerja sama kami dengan Jepang,” katanya.
Pemerintah juga merevisi undang-undang investasi agar investor asing bisa mendapat pembebasan pajak hingga 50 tahun. Rancangannya sudah disetujui Dewan Menteri dan kini diajukan ke parlemen.
“Saya yakin rancangan undang-undang ini akan disetujui secara bulat oleh parlemen dalam waktu kurang dari sebulan, dan setelah itu akan resmi berlaku sebagai undang-undang,” kata Ramos-Horta.
Dalam skala lebih kecil, kata dia, makin banyak perusahaan Indonesia berinvestasi di sektor rumput laut, lobster, kepiting, dan mutiara. Ada pula rencana pembangunan hotel bintang lima menjelang 2029, ketika Timor-Leste dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN.
Perusahaan China akan membangun pusat konvensi baru di tepi laut Dili, sementara perusahaan Indonesia berupaya memperluas bandara yang ada.
Sejak masuk ASEAN, Dili menyaksikan berbagai pembangunan, antara lain pelebaran jalan yang memaksa ratusan rumah dan bangunan direlokasi, revitalisasi kawasan tepi laut, dan pembangunan sejumlah gedung bertingkat.
Keanggotaan itu diraih setelah penantian 14 tahun dan upaya diplomatik banyak pihak, termasuk Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao.
Timor-Leste pernah menjadi koloni Portugal selama sekitar 400 tahun sebelum berintegrasi dengan Indonesia pada 1975, lalu meraih kemerdekaan yang diakui internasional pada 2002, menyusul referendum yang disponsori PBB pada 1999. (**)
Halaman : 1 2