Rabu, 29 Jul 2026 - :
28 Jul 2026 - 09:32 | 31 Views | 0 Suka

Rupiah Bergerak Liar, NDF Sentuh Rp18.118 

14 mnt baca

Inilahdata.com – Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) pagi ini tampak gelisah dengan kecenderungan melemah yang cukup kental.

Pada pukul 07.01 WIB Selasa (28/7/2026), mata uang Garuda nyaris tak bergeser dari posisi penutupan tadi malam yang sudah tergerus 0,81% ke level Rp18.109 per dolar AS.

Sempat ada secercah penguatan tipis 0,06% ke Rp18.098 pada pukul 07.50 WIB, namun tak berlangsung lama, rupiah kembali tersungkur 0,05% ke Rp18.118 hanya setengah jam berselang, tepatnya pukul 08.18 WIB.

Kondisi serupa juga melanda mata uang tetangga di kawasan Asia yang pasarnya sudah buka.

Won Korea Selatan mencatat pelemahan paling tajam, minus 0,21%, disusul ringgit Malaysia yang turun 0,11% dan dolar Singapura yang terkoreksi 0,04%.

Ironisnya, hingga sesi pukul 07.13 WIB, tak satu pun mata uang di kawasan yang berhasil menguat, sebuah sinyal bahwa tekanan kali ini bersifat regional, bukan sekadar persoalan domestik Indonesia.

Sumber tekanan utama datang dari ketidakpastian yang masih menyelimuti konflik Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut bahwa Washington dan Teheran tengah menempuh jalur diplomatik untuk mengakhiri ketegangan di kawasan tersebut.

Namun pernyataannya tidak sepenuhnya menenangkan pasar, sebab ia turut mengingatkan bahwa kedua pihak berpotensi kembali berhadapan secara militer apabila negosiasi menemui jalan buntu.

Sikap Trump yang setengah optimistis, setengah mengancam itu justru membuat tekanan eksternal dari pergerakan indeks dolar AS dan harga minyak dunia pagi ini relatif tertahan.

Harga minyak Brent melandai 0,57% ke US$87,86 per barel, sementara indeks dolar AS bertahan di kisaran 101,53.

Untuk sebagian mata uang Asia, faktor domestik justru menjadi pemberat tambahan.

Won Korea Selatan, misalnya, tertekan oleh derasnya arus modal keluar dari bursa saham kemarin yang mencapai US$200,4 juta, meski di saat bersamaan yield obligasi pemerintah Korea Selatan tenor 3 tahun justru turun 8 basis poin menjadi 3,89% dan tenor 10 tahun turun 9 basis poin ke 4,35%.

Bagi rupiah sendiri, ada satu faktor lokal yang tak kalah dominan: kehati-hatian pelaku pasar pasca pengunduran diri mendadak Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia.

Sinyal waspada itu sudah tergambar di pasar spot kemarin, saat rupiah kembali menembus level Rp18.005 per dolar AS setelah melemah tajam 0,81% dalam sehari.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, yang kini menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, menegaskan bahwa arah kebijakan bank sentral tidak berubah meski tengah dalam masa transisi kepemimpinan.

Ia memastikan BI akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen intervensi, mulai dari pasar spot, NDF, hingga Domestic NDF (DNDF), sembari meminta pelaku pasar untuk tidak panik.

Sejumlah analis menilai pelemahan ini lebih banyak dipicu oleh gejolak geopolitik global ketimbang sekadar pergantian pucuk pimpinan BI.

Sementara ekonom lain menyoroti tugas berat yang menanti Destry: memulihkan kepercayaan pasar sekaligus memperkuat koordinasi kebijakan moneter-fiskal di tengah tekanan berlapis.

Dengan kombinasi ketidakpastian eksternal dan kehati-hatian domestik itu, rupiah hari ini diperkirakan masih akan bergerak dengan kecenderungan melemah, seiring pelaku pasar menanti arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan sementara yang baru.

Proyeksi pergerakan hari ini berkisar antara Rp17.950 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Analisa Teknikal

Secara teknikal, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan dengan target awal di level Rp18.050 per dolar AS sebagai support pertama, dan Rp18.100 sebagai support kedua.

Apabila kedua level tersebut kembali ditembus dengan volume transaksi yang besar, pelemahan lanjutan bisa mengarah ke level pesimistis Rp18.150 sebagai support terkuat.

Sebaliknya, jika rupiah berbalik menguat, level resistance yang layak dicermati berada di kisaran Rp17.940, dengan potensi lanjutan menuju Rp17.900. (**)

Sumber: Data intraday pasar NDF dan analisis teknikal Bloomberg; keterangan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti di Istana Kepresidenan Jakarta (27/7/2026); Bisnis.com, Suara.com, Liputan6.com, Tribunnews.com, Akurat.co, CNN, dan riset harian analis pasar uang.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%