Sabtu, 12 Sep 2026 - :
14 Agu 2026 - 21:27 | 63 Views | 0 Suka

RAPBN 2027: Target Pajak Naik jadi Rp2.591,4 Triliun, Bea Cukai Justru Turun

9 mnt baca

Inilahdata.com – Pemerintah mematok target penerimaan pajak dalam Rancangan APBN 2027 senilai Rp2.591,4 triliun, melompat Rp233,7 triliun atau tumbuh 9,9 persen secara tahunan dibandingkan target tahun ini yang sebesar Rp2.357,7 triliun.

Jika dibandingkan dengan proyeksi realisasi (outlook) penerimaan pajak APBN 2026 yang diperkirakan hanya mencapai Rp2.310,8 triliun, kenaikannya justru lebih tajam lagi, yakni Rp280,6 triliun atau setara 12,1 persen.

Berbeda arah, pos penerimaan kepabeanan dan cukai untuk tahun depan ditetapkan turun. Pemerintah menargetkan penerimaan dari sektor ini sebesar Rp316,6 triliun, susut sekitar Rp20 triliun atau 5,7 persen dari target 2026 yang mencapai Rp336 triliun.

Namun bila dibandingkan dengan outlook penerimaan bea cukai tahun ini sebesar Rp320,6 triliun, penurunannya jauh lebih tipis, hanya Rp4 triliun atau 1,2 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau tax ratio ditetapkan di angka 9,3 persen, sementara bea cukai berada di kisaran 1,1 persen terhadap PDB.

Ia menyebut masih ada peluang penerimaan negara tumbuh lebih tinggi lagi apabila proses pemungutan pajak bisa diperbaiki.

“Di situ rasio per PDB-nya 9,3% untuk pajak, bea cukai 1,1%. Artinya, kalau saya berhasil memperbaiki cara kami mengumpulkan pajak tahun ini dengan bisa memperbaiki tax ratio-nya, jadi masih ada potensi upside dari pengumpulan pajak tahun depan, kira-kira gitu,” ujarnya dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).

Secara keseluruhan, pendapatan negara dalam RAPBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun. Angka ini bukan hanya bertumpu pada penerimaan perpajakan, melainkan juga ditopang oleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp517,4 triliun serta hibah senilai Rp700 miliar.

Dari sisi belanja, pemerintah menetapkan alokasi anggaran senilai Rp4.097,2 triliun, sebuah pos yang menurut Purbaya diarahkan pada belanja yang berkualitas sekaligus menjaga kinerja pelayanan publik.

Ia menekankan bahwa target belanja yang untuk pertama kalinya menembus angka Rp4.000 triliun ini juga didesain untuk menopang daya beli masyarakat demi keberlanjutan pembangunan.

Dari total tersebut, porsi belanja pemerintah pusat sendiri direncanakan sebesar Rp3.362,2 triliun, naik 3,6 persen dibandingkan outlook APBN 2026.

Purbaya menegaskan bahwa meski kenaikan belanja tidak dalam skala yang sangat besar, arah kebijakan fiskal pemerintah tetap dijaga tetap ekspansif.

“Jadi fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali. Tetapi yang jelas dari pemerintah akan ada dorongan ke perekonomian,” tuturnya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%