
Inilahdata.com – Presiden Prabowo Subianto meminta agar seluruh penduduk Indonesia memiliki rekening bank. Instruksi ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menyebut Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah ditunjuk untuk mempersiapkan rekening tersebut bagi masyarakat.
Menanggapi pertanyaan soal nasib warga yang sudah lebih dulu memiliki rekening di bank lain, Airlangga menjelaskan pemerintah akan melakukan konsolidasi.
Menurutnya, rekening baru ini pada dasarnya disiapkan sebagai kanal penyaluran berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
“Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah. Jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nah, nanti yang punya multiple account juga nanti kita lihat,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (9/9/2026).
Ketika ditanya ulang untuk memastikan, Airlangga menegaskan bahwa masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki rekening tetap akan mendapatkan rekening baru dari BRI maupun BSI.
“Tetep dapet juga,” kata Airlangga singkat.
Wacana pemberian rekening perbankan bagi masyarakat ini pertama kali diungkap Airlangga dua hari sebelumnya, tepatnya usai rapat terbatas bersama Prabowo pada Senin (7/9).
Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas kondisi kepemilikan rekening penduduk Indonesia serta tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional yang masih perlu didorong.
“Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat,” kata Airlangga saat itu, di lokasi yang sama.
Soal bagaimana rekening-rekening ini nantinya dibuat, Airlangga menjelaskan pemerintah akan memanfaatkan data kependudukan yang dimiliki Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Data tersebut selanjutnya akan dipadankan dengan sistem milik Bank Indonesia, khususnya pada sisi sistem pembayaran dan gateway transaksi yang berjalan lewat QRIS.
“Dan nanti data yang dipakai adalah data dari Dukcapil. Dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia terutama untuk payment sistemnya dan yang kedua gateway sistemnya. Jadi menggunakan QRIS,” jelas Airlangga.
Hingga saat ini, pemerintah belum merinci jadwal pasti kapan proses pembuatan rekening massal tersebut mulai berjalan, termasuk mekanisme teknis penyaluran rekening kepada masyarakat yang belum memiliki akun perbankan sama sekali. (**)
Halaman : 1 2