
Inilahdata.com – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali melangkah lebih jauh dalam upayanya menjadi kampus berkelas dunia. Langkah itu terlihat dari keikutsertaan sejumlah ilmuwan Unpatti dalam forum-forum akademik internasional di Turki dan China sepanjang tahun ini.
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, mengungkapkan bahwa beberapa akademisi kampus tersebut dipercaya oleh perguruan tinggi maupun komunitas ilmiah dunia untuk tampil sebagai pembicara sekaligus membangun kolaborasi riset lintas negara.
Ditemui wartawan di Ambon, Senin (3/8), Fredy menyebut salah satu undangan datang dari sebuah seminar internasional di Turki yang akan berlangsung Oktober mendatang.
Selain itu, pada 12–13 Agustus 2026, Unpatti bersama Prof. Hendrik Elim juga akan hadir di China untuk berkolaborasi dengan peneliti dari berbagai universitas ternama dunia.
“Kami diundang menjadi invited speaker pada seminar internasional di Turki pada Oktober mendatang. Sementara pada 12–13 Agustus 2026 di China, Unpatti bersama Prof. Hendrik Elim juga diundang untuk berkolaborasi dengan para peneliti dari sejumlah universitas terkemuka dunia,” kata Fredy
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan dunia akademik internasional itu merupakan bentuk pengakuan atas kualitas sumber daya manusia di Unpatti, terutama para dosen dan peneliti.
Capaian ini, kata Fredy, sekaligus memperkuat posisi Unpatti dalam membangun reputasi akademik di kancah global.
Selain memperluas jaringan kerja sama internasional, Fredy menjelaskan bahwa Unpatti juga terus berbenah dari sisi tata kelola, dengan memperkuat sistem akademik, keuangan, dan kepegawaian secara terintegrasi.
Pihaknya pun rutin memperbarui laporan dampak institusi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan, sebagai bagian dari proses evaluasi dan pengembangan kampus.
Di sisi lain, Unpatti tengah bersiap membawa 18 program studi menuju akreditasi internasional. Pengunggahan dokumen dijadwalkan berlangsung pada September 2026, sementara asesmen lapangan ditargetkan mulai Oktober tahun yang sama.
Dari 18 program studi tersebut, lima di antaranya berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sedangkan 13 sisanya merupakan program studi rumpun humaniora yang tersebar di Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Program Pascasarjana.
Fredy menilai proses akreditasi internasional ini menjadi langkah strategis untuk mendongkrak mutu pendidikan, penelitian, dan daya saing Unpatti di panggung global.
“Saya percaya apabila seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, dan para pemangku kepentingan bekerja bersama, target menjadikan Universitas Pattimura sebagai kampus kelas dunia dapat diwujudkan,” ujarnya. (**)
Halaman : 1 2