
Inilahdata.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membuka fakta yang cukup mengejutkan soal penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia.
Dari hasil uji coba yang dilakukan di Banyuwangi, ditemukan bahwa hampir tiga perempat penerima bansos atau transfer tunai ternyata tidak tepat sasaran.
Dalam paparannya di Jakarta Investment Festival (JIF) 2026, Jumat (28/8/2026), Luhut menyebut angka ketidaktepatan sasaran itu mencapai 77,6%, jauh lebih tinggi dari yang selama ini diperkirakan banyak pihak.
“Kami melakukan uji coba di Banyuwangi, kami memahami bansos atau transfer tunai yang tidak tepat sasaran sekitar 77,6%. Anda dapat membayangkan besarnya yang tidak tepat sasaran,” ujar Luhut.
Data Kependudukan Jadi Kunci Perbaikan
Menghadapi temuan tersebut, Luhut mengatakan pemerintah kini mengandalkan data kependudukan sebagai fondasi untuk memperbaiki ketepatan penyaluran transfer tunai.
Menurutnya, kebutuhan ini semakin mendesak seiring jumlah penduduk Indonesia yang sudah menyentuh angka sekitar 290 juta jiwa, dan diproyeksikan menembus 300 juta jiwa pada tahun depan.
Dengan basis data yang makin besar itu, ia menilai pengelolaan data yang akurat menjadi syarat mutlak agar program bantuan tidak lagi salah alamat.
Data kependudukan tersebut, jelasnya, nantinya akan menjadi acuan untuk mengarahkan berbagai skema transfer tunai secara lebih presisi kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
“Jadi dengan menggunakan data ini kita dapat membuat begitu banyak hal, seperti transfer tunai kepada masyarakat Indonesia, akan ditargetkan,” jelasnya.
Target Ketidaktepatan Ditekan di Bawah 5%
Meski angka 77,6% terdengar mengkhawatirkan, Luhut tetap menunjukkan optimisme. Ia yakin pemerintah mampu memangkas tingkat ketidaktepatan sasaran itu hingga di bawah 5% ke depannya.
Salah satu jurus utamanya adalah mengintegrasikan berbagai sistem pemerintahan sekaligus mempercepat digitalisasi layanan publik.
Dengan langkah tersebut, ia berharap akurasi penyaluran bansos bisa menembus lebih dari 90% sebelum tahun 2026 berakhir.
“Tetapi hari ini, kami cukup yakin bahwa kami dapat melakukannya kurang dari 5%. Jadi mudah-mudahan pada akhir tahun ini, kita mungkin bisa mencapai 90 sekian persen,” pungkasnya. (**)
Halaman : 1 2