Inilahdata.com – Sejak Sabtu pekan lalu, Presiden Prabowo Subianto tercatat sudah menggelar sedikitnya lima rapat koordinasi untuk merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Sumatra dan Kalimantan.
Namun dari lima forum dan kunjungan lapangan tersebut, satu nama tak pernah muncul: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Ketidakhadiran yang berulang itu memicu tanda tanya, mengingat karhutla merupakan isu yang semestinya berada di garis depan tanggung jawab kementerian yang dipimpinnya.
Istana pun angkat bicara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menepis anggapan bahwa presiden sengaja tidak melibatkan politikus PSI itu dalam penanganan krisis kabut asap yang kian memberat dalam beberapa pekan terakhir.
“Itu kebetulan,” kata Prasetyo, Senin (24/8/2026).
Politikus Partai Gerindra tersebut menyebut ada dua alasan di balik absennya Raja Juli Antoni, juga Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dari rangkaian rapat dan kunjungan presiden ke wilayah terdampak.
Pertama, kedua menteri disebut sudah lebih dulu turun ke lokasi yang belakangan menjadi titik peninjauan presiden. Kedua, fokus presiden kali ini diarahkan ke jajaran TNI-Polri untuk mempercepat pencegahan dan pemadaman di lapangan.
“Beberapa kali Menhut sudah berkunjung ke lapangan, kemudian termasuk di Sumatra Selatan, Menteri Lingkungan Hidup juga kemarin sudah berkunjung juga ke Sumatra Selatan jadi ini hanya kebetulan saja,” ujar Prasetyo.
Penjelasan itu berbeda dari kebiasaan yang lazim terjadi dalam kunjungan kerja presiden. Selama ini, menteri terkait umumnya sudah lebih dulu berada di lokasi sebelum presiden tiba, menyambut sekaligus memaparkan data terbaru begitu presiden dan rombongan mendarat di titik peninjauan.
Pola itu sama sekali tak terlihat dalam kunjungan kerja presiden ke Riau dan Palembang, Senin (24/8). Di dua daerah tersebut, Prabowo memimpin rapat koordinasi bersama pejabat TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kemudian ada Badan SAR Nasional (Basarnas), hingga pemerintah daerah setempat. Presiden bahkan menggelar rapat virtual dengan jajaran pejabat di Jambi dan Lampung dari Palembang.
Berdasarkan pantauan, baik Raja Juli Antoni maupun Jumhur Hidayat tak terlihat hadir dalam rangkaian kunjungan dan rapat tersebut, termasuk lewat sambungan virtual sekalipun.
Situasi serupa juga terjadi pada Sabtu dan Ahad pekan lalu. Kedua menteri tak tampak mendampingi presiden saat meninjau lokasi sekaligus memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Keduanya juga absen ketika Prabowo menggelar rapat terbatas di Hambalang, Ahad sore.
Di tengah sorotan itu, akun media sosial Raja Juli Antoni sempat menampilkan aktivitasnya di wilayah Kalimantan. Namun, data lokasi yang tertera pada unggahan tersebut menunjukkan aktivitas itu berlangsung di Kalimantan Selatan pada Ahad (23/8), sehari setelah presiden meninjau langsung Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan langsung dari Kementerian Kehutanan maupun Kementerian Lingkungan Hidup soal alasan ketidakhadiran berulang tersebut, di tengah kabut asap dan titik api yang belum sepenuhnya reda di Sumatra dan Kalimantan. (**)
Halaman : 1 2