Jenewa · Kamis, 13 Agustus 2026 Global Employment Trends for Youth 2026
ILO mencatat 67 juta anak muda di dunia kini tidak memiliki pekerjaan — angka yang menegaskan pasar kerja global sedang menekan generasi muda lebih keras dari sebelumnya.
Krisis Ganda: Kategori NEET
20%
Anak muda masuk kategori NEET — tidak bekerja, tidak sekolah, maupun mengikuti pelatihan. Setara 257 juta orang di seluruh dunia.
“Generasi yang tidak dapat menemukan pekerjaan layak tidak dapat membangun masa depannya dengan percaya diri.”
— Gilbert F. Houngbo, Direktur Jenderal ILO
Pengangguran Pemuda Menurut Kawasan, 2025
9,8%
Amerika Utara
15%
Eropa U/S/B
26,2%
Negara Arab
22,6%
Afrika Utara
20 dari 29 Negara Eropa Memburuk
Menyusutnya pekerjaan berketerampilan menengah — administrasi, layanan, manufaktur — membuat anak muda semakin sulit menemukan pintu masuk ke pasar kerja formal.
Jebakan Informalitas di Negara Berkembang
9 dari 10 Pekerja Muda Bekerja Informal
Di negara berpendapatan rendah & menengah bawah, hampir seluruh pekerja usia 15-29 tahun tak punya akses pendapatan stabil maupun perlindungan sosial. Sub-Sahara Afrika menghadapi tekanan demografi paling berat.
Dampak AI terhadap Pekerjaan Pemuda
6,1%
Pekerjaan pemuda sangat terpapar disrupsi AI
↑
Permintaan naik di bidang sains, kesehatan & teknik
“Kita perlu meningkatkan investasi dalam keterampilan, pembelajaran sepanjang hayat, dan perlindungan sosial agar anak muda dapat beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan peluang baru.”
— Sukti Dasgupta, Direktur Departemen Ketenagakerjaan, Keterampilan & Perusahaan Berkelanjutan ILO
ILO menegaskan penciptaan pekerjaan layak bagi anak muda bukan sekadar isu sosial — melainkan investasi jangka panjang bagi talenta, produktivitas, dan kohesi sosial suatu negara.