
Inilahdata.com – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto membuka jalur pengaduan langsung bagi warga. Jenderal bintang tiga itu membagikan nomor WhatsApp pribadinya sebagai wujud komitmen “Polisi Bersama Masyarakat”.
Warga bisa menghubungi nomor 08118129494 untuk menyampaikan informasi, keluhan, atau masukan seputar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dengan jalur ini, setiap laporan diharapkan bisa direspons lebih cepat.
Pengumuman itu disampaikan Dadang saat bersilaturahmi dengan insan pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10/2026) siang.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan, Kabid Humas Kombes Budi Hermanto, dan jajaran Pejabat Utama (PJU).
Kapolda menegaskan nomor WhatsApp itu bukan pajangan. Setiap pesan yang masuk, katanya, akan dipilah dan dipelajari, lalu ditindaklanjuti bersama satuan fungsi yang terkait.
Dadang juga menyebut pers sebagai mitra strategis polisi dalam menangkap potensi masalah sejak awal.
Menurutnya, komunikasi dua arah yang intensif membuat gangguan kamtibmas di permukiman warga bisa diantisipasi dengan lebih tepat.
“Ini sangat berharga buat saya. Dan ini akan saya pikirkan dan tindak lanjuti,” tegas Komjen Dadang.
Dalam pertemuan itu ia menjelaskan bahwa dibukanya akses komunikasi publik berangkat dari keinginan kepolisian mendengar langsung aspirasi dan keluhan warga.
Bagi institusi kepolisian, keterbukaan dan masukan masyarakat menjadi bahan penting untuk evaluasi internal.
“Siang ini saya ingin bertemu dengan rekan-rekan wartawan. Tujuannya sebenarnya satu, saya ingin mendengar,” ujar Komjen Dadang di hadapan awak media.
Ia mengakui mutu pelayanan polisi di wilayah megapolitan seperti Jakarta dan sekitarnya masih perlu dibenahi terus-menerus.
Pembenahan itu meliputi kinerja personel di lapangan, penyempurnaan sistem operasional, dan efisiensi manajemen pelayanan publik.
Lewat saluran aduan yang lebih mudah dijangkau ini, Polda Metro Jaya menyatakan akan terus berbenah dengan pendekatan yang humanis.
“Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” pungkasnya. (**)
Halaman : 1 2