
Inilahdata.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan pada Senin (21/9/2026).
Kasus yang menjeratnya diduga berkaitan dengan penerimaan uang pada proyek jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bolmut.
Sirajudin merupakan satu dari 14 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Ia sendiri diciduk di Jakarta bersama empat orang lainnya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut pihak kyang diamankan terdiri dari unsur bupati, kepala dinas, aparatur sipil negara lainnya, hingga pihak swasta.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap mereka masih berlangsung.
Dari Birokrat Keuangan Daerah ke Kursi Bupati
Sirajudin lahir di Boroko, Bolaang Mongondow Utara, pada 8 Januari 1975. Latar belakang pendidikannya ada di bidang ekonomi: gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi.
Dilanjutkan S2 Ekonomi Pembangunan di Universitas Gadjah Mada, hingga meraih gelar doktor Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo.
Sebelum masuk dunia politik, ia lama berkarier sebagai birokrat di Pemkab Bolmut, terutama di bidang pengelolaan keuangan daerah.
Jabatan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bolmut pernah diembannya, sebelum ia dipercaya menjadi Penjabat Bupati Bolmut pada 2023–2024.
Kariernya berlanjut ke jalur elektoral. Sirajudin maju di Pilkada 2024 dan terpilih sebagai Bupati Bolmut periode 2025–2030 berpasangan dengan Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025.
Harta Versus Utang di LHKPN
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan pada 29 Maret 2026, harta Sirajudin sebagai Bupati Bolmut tercatat Rp1.464.587.096.
Setelah dikurangi utang sebesar Rp260.171.046, total kekayaan bersihnya menjadi Rp1.204.416.050.
Rinciannya, tanah dan bangunan menyumbang Rp810 juta dari empat bidang di Bolmut dan Kota Gorontalo, semuanya diakui sebagai hasil sendiri.
Alat transportasi dan mesin tercatat Rp326 juta, mencakup mobil Suzuki Baleno tahun 2023 senilai Rp325 juta.
Sisanya berupa harta bergerak lainnya Rp202,5 juta serta kas dan setara kas Rp126.087.096, sementara pos surat berharga dan harta lainnya kosong. (**)
Halaman : 1 2