
Inilahdata.com – Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia akan kembali kedatangan investasi dalam jumlah besar dalam beberapa pekan mendatang.
Keyakinan itu, kata dia, bersandar pada pertemuannya dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia serta sejumlah indikator ekonomi yang dinilai menunjukkan fundamental Indonesia tetap kokoh.
“Ini beberapa minggu ke depan, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026).
Prabowo menyebut realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai Rp1.010 triliun. Menurutnya, angka tersebut menandakan aktivitas investasi masih bergerak sesuai target yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia juga mengatakan realisasi investasi sepanjang 2025 menembus Rp1.931 triliun, yang menurutnya turut mendorong terbukanya lapangan kerja baru.
Sepanjang 2025, pemerintah mencatat sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru, sementara hingga 2026 berjalan jumlahnya sudah mencapai sekitar 1,4 juta.
Prabowo menegaskan capaian tersebut murni buah dari aktivitas investasi yang masuk, bukan berasal dari program pemerintah.
Keyakinan Prabowo soal investasi besar yang bakal datang, lanjutnya, juga tumbuh dari pertemuannya dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia yang menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebagai pertimbangan penting untuk menanamkan modal.
“Saya sudah bertemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman,” ujarnya.
Selain soal investasi, Prabowo turut menyoroti sejumlah indikator makroekonomi yang menurutnya menjadi dasar kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Ia menyebut inflasi Indonesia berada di level rendah, sementara rasio utang dan defisit dinilai masih terkendali, dengan inflasi tercatat di angka 2,92 persen.
“Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia. 2,92 persen. Anda bayangkan,” kata Prabowo.
Ia turut membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara lain, defisit RI disebut masih di bawah 3 persen, sementara Filipina sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.
“Semua orang percaya sama Indonesia, makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimistis,” ujarnya, seraya menilai kondisi ekonomi itu menjadi salah satu daya tarik Indonesia bagi investor di tengah gejolak ekonomi global.
Prabowo juga menyinggung prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050.
“Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, yaitu 25 tahun ke depan,” kata dia.
Dengan prospek tersebut, Prabowo menyatakan pemerintah akan terus menjaga kondisi ekonomi sekaligus mendorong masuknya investasi, yang dinilainya menjadi salah satu faktor kunci penggerak aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. (**)
Halaman : 1 2