Inilahdata.com – Gempa bumi kembali mengguncang Sulawesi Tengah. Kali ini, guncangan berkekuatan Magnitudo 6,3 tercatat terjadi di arah barat daya Kabupaten Parigi Moutong pada Minggu (16/8/2026) dini hari, tepatnya pukul 00.25 WITA atau 23.25 WIB pada Sabtu malam sebelumnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berjarak sekitar 73 kilometer di arah barat daya Parigi Moutong, tepatnya pada koordinat 0,26 Lintang Utara dan 120,23 Bujur Timur, dengan kedalaman 49 kilometer.
Menariknya, dari sisi risiko tsunami, BMKG langsung memastikan tidak ada ancaman gelombang laut besar menyusul guncangan tersebut.
“Gempa bumi M 6,2 di 74 km BaratDaya Parigi Moutong-Sulteng, tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan resmi BMKG yang dirilis tak lama setelah gempa terjadi, meski angka magnitudo dan jarak episentrum sempat berbeda tipis dari data awal seiring pembaruan parameter.
BMKG turut mengingatkan bahwa informasi awal semacam ini memang lebih mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik, sehingga data teknis seperti magnitudo, kedalaman, maupun koordinat berpotensi terus disesuaikan begitu proses pengolahan data rampung sepenuhnya.
Hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Namun demikian, sejarah kegempaan di wilayah ini menunjukkan bahwa Parigi Moutong bukan wilayah asing dengan guncangan berkekuatan besar.
Pada pertengahan Juni 2026, gempa Magnitudo 6,7 pernah mengguncang kawasan Torue di kabupaten yang sama, merusak belasan rumah warga di sejumlah desa dan memicu puluhan kali gempa susulan, sekaligus terasa hingga ke Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Poso.
Merujuk pola tersebut, warga di Sulawesi Tengah diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat guna menghindari simpang siur kabar yang belum terverifikasi. (**)
Halaman : 1 2