Sabtu, 12 Sep 2026 - :
1 Sep 2026 - 10:54 | 53 Views | 0 Suka

Filipina Cetak PMI Tertinggi Sejak 2016, Indonesia Tersungkur

12 mnt baca

Inilahdata.com – Kinerja sektor manufaktur di kawasan Asia Tenggara menunjukkan arah yang berbeda-beda pada Agustus 2026.

Dari lima negara yang tercatat, Filipina justru mencetak ekspansi paling kuat, sementara Indonesia menjadi satu-satunya negara yang kembali terperosok ke zona kontraksi.

Berdasarkan data S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Filipina melompat ke angka 54,9 pada Agustus, naik dari 51,8 pada bulan sebelumnya. 

Tailand menyusul di posisi kedua dengan capaian 53,8, kemudian Myanmar di angka 50,3, dan Malaysia 50,2. Sementara itu, PMI manufaktur Indonesia justru merosot ke 49,8 dari 50,2 pada Juli. 

Sebagai catatan, angka 50,0 menjadi ambang batas yang memisahkan zona ekspansi dari zona kontraksi.

Kesenjangan performa paling mencolok terlihat antara Indonesia dan Filipina. Di Filipina, laju pertumbuhan PMI mencapai level tertinggi sejak Desember 2016. 

Output meningkat cukup signifikan, didorong oleh penguatan pesanan baru, kenaikan pesanan ekspor, serta bertambahnya jumlah pelanggan.

Kondisi tersebut membuat produsen Filipina makin agresif membeli bahan baku sekaligus menambah tenaga kerja. 

Penyerapan tenaga kerja bahkan tercatat meningkat untuk kali pertama dalam lima bulan terakhir, dengan laju penciptaan lapangan kerja terkuat dalam 21 bulan. 

Optimisme pelaku usaha Filipina pun melonjak ke level tertinggi sejak November 2024, seiring ekspektasi produksi yang akan terus naik dalam 12 bulan ke depan lewat rencana ekspansi, peluncuran produk baru, hingga proyeksi penambahan pesanan dan pelanggan.

“Perusahaan merespons dengan meningkatkan aktivitas pembelian dan perekrutan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan produksi yang lebih besar. Pada saat yang sama, tekanan biaya mereda dan kepercayaan terhadap prospek bisnis dalam 1 tahun ke depan meningkat ke level tertinggi dalam 21 bulan,” kata Maryam Baluch, Ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Tailand pun masih mempertahankan momentum ekspansi yang cukup kuat. PMI manufakturnya tercatat 53,8 pada Agustus, hanya turun tipis dari capaian 54,2 pada Juli yang sempat menjadi level tertinggi dalam tujuh bulan. 

Produksi manufaktur Tailand tumbuh dengan laju tercepat kedua sepanjang 2026, sementara pertumbuhan pesanan baru sudah berlangsung 16 bulan berturut-turut. 

Meski begitu, kenaikan produksi dan pesanan itu belum diimbangi penambahan tenaga kerja, jumlah pekerja justru sedikit menurun pada Agustus, sehingga tekanan terhadap kapasitas produksi meningkat, tercermin dari menumpuknya pekerjaan yang belum terselesaikan.

Malaysia sendiri masih berada di zona ekspansi, kendati momentumnya melemah. PMI-nya turun menjadi 50,2 dari 50,7 pada Juli, tetap menandai ekspansi selama tiga bulan beruntun, tetapi dengan laju perbaikan paling lemah dalam periode tersebut. 

Pertumbuhan output maupun pesanan baru sama-sama melambat. Di sisi lain, ada perkembangan positif dari sektor ketenagakerjaan, di mana penyerapan tenaga kerja meningkat untuk pertama kalinya dalam empat bulan. 

Tekanan harga di Malaysia juga mereda, dengan inflasi biaya input turun ke level terendah dalam enam bulan sehingga kenaikan harga jual pun relatif terbatas.

“Ke depan, kepercayaan masih rendah, menunjukkan bahwa kondisi penuh tantangan saat ini kemungkinan akan berlanjut dalam satu tahun ke depan. Namun, tekanan harga yang lebih rendah dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan permintaan dan pada akhirnya meningkatkan produksi,” ujar Baluch.

Myanmar menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan, dengan PMI naik dari 49,3 pada Juli menjadi 50,3 pada Agustus, kali pertama dalam empat bulan kembali menembus level 50. 

Namun perbaikannya masih sangat tipis, karena output dan pesanan baru sebenarnya masih terkontraksi, hanya saja dengan laju yang lebih lambat. 

Aktivitas pembelian meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, mendorong perusahaan kembali menambah persediaan bahan baku. 

Sayangnya, dari sisi ketenagakerjaan, Myanmar justru mengalami pembalikan arah. Setelah empat bulan beruntun mencatat pertumbuhan lapangan kerja, jumlah tenaga kerja kembali menurun pada Agustus akibat banyaknya pengunduran diri sukarela.

“Pengunduran diri secara sukarela masih menjadi faktor utama yang memengaruhi perputaran tenaga kerja sehingga penyerapan tenaga kerja secara bersih sedikit menurun pada Agustus,” jelas Baluch.

Berbeda dari empat negara lainnya, manufaktur Indonesia justru kembali kehilangan momentum. PMI-nya turun ke 49,8 dari 50,2 pada Juli, membalikkan perbaikan tipis yang sempat terjadi sebulan sebelumnya. 

Pelemahan ini terutama dipicu oleh turunnya kembali output dan penyerapan tenaga kerja, bahkan produksi maupun tenaga kerja manufaktur Indonesia sudah menurun dalam lima dari enam periode survei terakhir. 

Output yang lebih rendah ini dikaitkan dengan persaingan yang kian ketat, permintaan yang masih lesu, serta kenaikan harga barang.

Meski begitu, ada sinyal positif dari sisi permintaan: pesanan baru Indonesia naik tipis untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, dan indeks pesanan baru kembali masuk zona ekspansi meski hanya sedikit di atas level 50.

Aktivitas pembelian pun mulai stabil setelah lima bulan berturut-turut menurun, sementara persediaan bahan baku meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan, salah satunya karena perusahaan berupaya membangun stok pengaman menjelang potensi kenaikan biaya bahan baku. 

Di tengah kondisi itu, kepercayaan pelaku bisnis Indonesia justru meningkat ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, dengan harapan permintaan dan kondisi pasar yang lebih stabil bisa mendorong kenaikan produksi dalam 12 bulan ke depan.

“Meski demikian, tekanan inflasi kembali mereda. Selain itu, kepercayaan bisnis juga terus pulih sejak April. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kinerja sektor secara keseluruhan masih belum kuat, para pelaku manufaktur tetap optimistis bahwa produksi akan meningkat dalam 12 bulan ke depan,” tutur Baluch. (**

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H — InilahData.com
PERINGATAN NASIONAL
1448 H
MEMPERINGATI
MAULID NABI
MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم
RABIUL AWAL
12
RABIUL AWAL
1448 HIJRIAH
SELASA, 25 AGUSTUS 2026
Cinta kepada Rasul, Teladan Akhlak,
Rahmat bagi Semesta Alam.
Selamat Memperingati Maulid Nabi.
<div class=" quote"="">“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%