
Inilahdata.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali merilis perkembangan terbaru soal dampak sebaran abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau terhadap layanan penerbangan nasional.
Jumlah bandar udara yang harus ditutup sementara kini bertambah menjadi delapan lokasi di seluruh Indonesia.
Dua bandara paling anyar yang ikut terpapar dan terpaksa dihentikan operasionalnya adalah Bandara Taufik Kiemas (TFY) di Lampung dan Bandara Atung Bungsu di Pagaralam, Sumatera Selatan.
Berdasarkan data Direktorat Meteorologi Penerbangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dihimpun pada Minggu (6/9/2026) pukul 14.00 WIB, berikut rincian delapan bandara yang ditutup sementara beserta jam operasionalnya:
Dampak dari penutupan beruntun ini cukup signifikan bagi lalu lintas udara nasional. Berdasarkan pemantauan pukul 10.35 WIB, tercatat sudah ada 373 penerbangan yang terganggu akibat sebaran abu vulkanik dari Anak Krakatau tersebut.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) mencatat dampak paling besar dengan 202 penerbangan terganggu.
Rinciannya, 172 penerbangan dibatalkan, 18 penerbangan mengalami keterlambatan, 7 penerbangan ditunda, 4 penerbangan dialihkan ke bandara lain, serta 1 penerbangan terpaksa kembali ke pangkalan (RTB).
Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) mencatat 29 penerbangan terdampak yang seluruhnya berstatus dibatalkan, dan Bandara Radin Inten II (TKG) mencatat 8 penerbangan yang juga seluruhnya batal terbang.
Di luar tiga bandara tersebut, tercatat 277 penerbangan lain turut terdampak, baik keberangkatan maupun kedatangan, dari maupun menuju bandara-bandara yang saat ini masih dalam status ditutup sementara. (**)
Halaman : 1 2