Rabu, 21 Okt 2026 - :
19 Okt 2026 - 03:54 | 115 Views | 0 Suka

Empat Lembaga Independen Tempatkan Mentan Amran di Dua Besar Menteri Terbaik

10 mnt baca

Inilahdata.com – Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat penilaian tinggi dari empat lembaga independen yang memakai metode berbeda.

Dalam keempat rilis itu, namanya tidak pernah turun dari dua besar. Publik pun menempatkan swasembada pangan sebagai program prioritas yang paling berhasil, dan dampaknya kini diceritakan langsung oleh petani serta sejumlah tokoh.

Survei tatap muka Piramida Research and Consulting pada 20 September hingga 5 Oktober 2026 melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.

Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap Amran mencapai 86,2 persen, tertinggi di antara semua menteri. Posisi berikutnya ditempati Abdul Mu’ti dengan 85,4 persen dan Nasaruddin Umar dengan 84,3 persen.

IndexPolitica Indonesia lewat Government Performance Assessment September 2026 juga menaruh Amran di peringkat pertama dari 10 menteri terbaik. Lembaga ini tidak memakai survei opini, melainkan metode Multi-Criteria Decision Analysis.

Adapun Arawicaksa Institute, dalam surveinya pada 3 sampai 8 Oktober 2026, memberi Amran nilai 8,0 dari 10, selisih 0,1 poin dari Abdul Mu’ti yang memperoleh 8,1.

Penilaian dari kalangan yang selama ini kerap mengkritik pemerintah mungkin yang paling layak dicatat.

Dalam Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis CELIOS pada 12 Oktober 2026, Amran meraih skor 140 dari 994 responden, tertinggi di antara menteri yang masih menjabat.

Agus Harimurti Yudhoyono berada di bawahnya dengan skor 127. Karena datang dari lembaga yang sering mengoreksi kebijakan pemerintah, hasil ini sulit dibaca sebagai pujian yang berpihak.

Capaian di sektor pangan ikut terbaca dalam survei. Arawicaksa Institute mencatat swasembada pangan sebagai program yang dinilai paling berhasil, dengan skor 8,4 pada skala 0 sampai 10, tertinggi di antara seluruh program prioritas pemerintah.

Data resmi menunjukkan arah yang sama. Badan Pusat Statistik melaporkan Nilai Tukar Petani September 2026 sebesar 131,11, yang disebut sebagai angka tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, harga gabah kering panen juga bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, yakni di kisaran Rp6.700 sampai Rp7.600.

Di lapangan, petani merasakan perubahan itu. Sudarso, petani di Madiun yang menggarap dua hektare lahan, mengatakan harga Rp6.500 per kilogram memberinya “uang lebihan setelah dipotong biaya produksi”.

Helmantina, petani di Pasaman, Sumatra Barat, mengaku senang menjadi mitra Bulog karena hasil panennya punya kepastian pasar.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indramayu, H Tatang, berterima kasih kepada Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian, dan Bulog yang dinilainya peduli pada harga gabah.

Sementara itu, Ketua Umum Adkasi Siswanto berpendapat petani kini mendapat keuntungan yang wajar tanpa membuat harga beras tak terkendali, dan keseimbangan itu menurutnya harus dijaga.

Apresiasi juga datang dari para pejabat dan tokoh. Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, dalam rapat kerja pada Selasa (1/9/2026), menghargai keberhasilan Kementerian Pertanian mewujudkan swasembada delapan komoditas.

Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR pada Jumat (14/8/2026) turut memuji Amran beserta jajarannya atas swasembada yang menurutnya diakui dunia.

Pada Rabu (7/10/2026), Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo menilai program Kementerian Pertanian sangat berhasil dan menyebut swasembada beras tercapai tiga tahun lebih cepat dari target 2029.

Menurut Hashim, harga gabah yang naik dari Rp4.000 menjadi Rp6.500 dan biaya pupuk yang dipangkas 20 persen telah membawa kesejahteraan petani ke level tertinggi sejak 1980-an.

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Kementerian Pertanian merupakan satu-satunya kementerian dengan kinerja yang menonjol.

Rangkaian hasil survei, data resmi, dan kesaksian dari lapangan itu menunjukkan swasembada pangan mendapat apresiasi tinggi dari publik.

Pangan nasional dinyatakan aman dan Indonesia telah swasembada 8 komoditas. Bagi pihak yang masih ragu, capaian ini menurut laporan tersebut perlu dihadapi dengan data, bukan asumsi. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%