Rabu, 28 Okt 2026 - :
27 Okt 2026 - 08:26 | 32 Views | 0 Suka

Dukungan Trump Tak Banyak Mengubah Survei, Netanyahu Tebar Ancaman

12 mnt baca

Inilahdata.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kian keras menyampaikan peringatan menjelang pemilu pada Selasa (27/10/2026). Persaingannya ketat, dan sejumlah survei menunjukkan blok oposisi unggul tipis. Di tengah situasi itu, Netanyahu dilaporkan menekan militer Israel agar bertindak terhadap Iran.

Ia juga mengunggah gambar buatan kecerdasan buatan yang menampilkan awan jamur nuklir di atas Tel Aviv, sebagai pesan bahwa memilih dirinya berarti menjauhkan negara dari ancaman senjata nuklir.

“Siapapun yang peduli terhadap keselamatan dirinya sendiri, keluarganya, dan orang-orang yang dicintainya seharusnya gemetar saat hendak memilih (oposisi),” tulisnya.

Channel 12 melaporkan Netanyahu berselisih dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letjen Eyal Zamir beberapa hari terakhir. Menurut laporan itu, pangkal masalahnya adalah instruksi kepada militer yang bisa memicu konflik langsung dengan Iran pada saat sangat sensitif dan berisiko menimbulkan salah hitung dari Teheran.

Zamir disebut meminta instruksi itu diberikan tertulis. Netanyahu membantah, dan Kementerian Pertahanan menyatakan tidak ada rencana operasi militer terhadap Iran.

Meski begitu, CNN pada Senin melaporkan Netanyahu beberapa pekan terakhir mencoba membujuk Presiden AS Donald Trump agar kembali menyerang Iran, yang bisa menghidupkan lagi perang yang mereka lancarkan pada Februari.

Laporan itu menguatkan pemberitaan Financial Times bahwa Trump menolak serangan baru sebelum pemilu Kongres AS pekan depan. IDF pada Senin tidak secara tegas membantah, hanya menyebut keputusan diambil berdasarkan “pertimbangan keamanan, profesional, objektif, dan nasional”.

Nada Netanyahu itu kontras dengan sikapnya yang penuh kemenangan setelah perang melawan Iran tahun lalu dan konflik pada musim semi tahun ini.

Pada Maret ia menyatakan serangan Israel dan AS menghancurkan kemampuan Iran memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik, sedangkan pada 2025 ia mengklaim “kemenangan bersejarah”.

Pemimpin blok oposisi Gadi Eisenkot, mantan jenderal yang telah pensiun, menyatakan percaya kepada Zamir.

“Kami tidak akan membiarkan IDF dijadikan pion dalam kampanye Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaannya,” katanya seperti dikutip The Guardian.

Banyak survei memperkirakan blok oposisi, yang didominasi kanan-tengah di bawah Eisenkot, meraih lebih banyak kursi Knesset dibanding koalisi Netanyahu. Namun kedua kubu diperkirakan sulit mencapai 61 kursi untuk pemerintahan mayoritas.

Oposisi bisa meraihnya bila berkoalisi dengan partai warga Palestina berkewarganegaraan Israel, yang mewakili sekitar seperlima penduduk. Kelompok konservatif di blok Eisenkot menolak opsi itu, sehingga muncul kemungkinan pemerintahan minoritas, pemilu ulang, atau Netanyahu kembali menguat.

Dalam wawancara dengan Channel 14, Netanyahu menyebut pemilu ini menyangkut hidup dan mati.

“Ada satu persoalan mendasar di sini, yaitu keberadaan kita,” ujarnya.

Ia menyebut oposisi sebagai kelompok kiri yang bersekutu dengan warga Palestina dan menganggapnya ancaman bagi Israel.

“Kita melihat apa yang terjadi di Eropa. Aliansi antara kelompok kiri dan Islam bisa menghancurkan negara Israel,” katanya.

Padahal, partai oposisi utama sebagian besar berasal dari kanan atau kanan-tengah, sama-sama menolak negara Palestina, dan secara umum mendukung perang di Gaza.

Sejumlah pemimpin oposisi juga menolak beraliansi dengan partai warga Palestina berkewarganegaraan Israel, yang bisa menjadi penentu perimbangan di Knesset. Warga Palestina di wilayah pendudukan tidak punya hak suara dalam pemilu Israel.

Oposisi selama ini lebih disatukan oleh penolakan terhadap Netanyahu yang mendominasi politik Israel sekitar tiga dekade.

Dalam beberapa tahun terakhir ia dinilai makin mengarah ke pemerintahan otoriter, antara lain dengan upaya membatasi independensi peradilan serta memanfaatkan kepolisian dan Shin Bet sebagai alat politik.

Ia juga sedang diadili atas tuduhan korupsi, dan posisi hukumnya bisa makin terancam bila kehilangan kekuasaan.

Di tahap akhir kampanye, Netanyahu menonjolkan dukungan terbuka Trump. Pada Minggu, Trump kembali menyatakan dukungan lewat media sosial.

“Ketika kalian pergi ke tempat pemungutan suara, ingatlah bahwa Bibi adalah perdana menteri sekaligus pejuang yang luar biasa!” tulisnya, memakai nama panggilan Netanyahu.

Walla News melaporkan dukungan itu muncul setelah kantor Netanyahu terus menekan Trump. Dukungan 18 Oktober juga tidak terlihat mengubah hasil survei secara signifikan.

Dalam satu survei, 64% responden menyatakan dukungan Trump tidak memengaruhi pilihan mereka, 17% menyebut itu membuat mereka makin kecil kemungkinan memilih Netanyahu, dan 12% mengatakan itu memperkuat niat memilih Likud.

Netanyahu juga memperingatkan Israel bisa menghadapi isolasi ekonomi yang makin parah, dan bantuan militer tahunan AS bernilai miliaran dolar akan segera mengering. Ia pun mendapat teguran terbuka yang jarang dari Bank of Israel setelah berulang kali menyatakan kripto bisa dipakai menghindari sanksi.

“Mata uang kripto tidak dapat dijadikan sarana untuk menghindari sanksi,” kata bank sentral pada Minggu malam.

Bank sentral menambahkan, langkah tepat bagi ekonomi Israel adalah menjaga hubungan dengan mitra dagang utama dan fokus mencegah sanksi serta dampak negatifnya.

Setahun lalu, Netanyahu sempat menggambarkan masa depan Israel yang suram dan terisolasi, dengan menyebut negaranya mungkin perlu menjadi “Sparta super” yang sangat termiliterisasi. Ia menarik pernyataan itu setelah dikritik keras publik Israel.

Kembalinya retorika ancaman dan strategi berbasis ketakutan, apalagi setelah sekutu sayap kanannya kalah tak terduga di Serbia dan Brasil, memunculkan pertanyaan apakah pemimpin yang selama ini bertahan dari banyak krisis itu mulai kehilangan kendali.

Sejak serangan 7 Oktober, hanya sedikit pihak yang memperkirakan pemerintahannya bertahan lama, tetapi selama lebih dari dua tahun mayoritas survei konsisten menunjukkan koalisinya berisiko kehilangan mayoritas tipis di parlemen. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%