Inilahdata.com – Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) tercatat Rp131 triliun. Angka itu sudah sekitar 98 persen dari target tahun ini, yakni Rp133,63 triliun.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menilai pemulihan harga komoditas menjadi pendorong utama. Berkat itu, penerimaan negara tetap naik walau pemerintah menurunkan target produksi sejumlah komoditas dibandingkan tahun lalu.
Tri mengambil batu bara sebagai contoh. Target produksinya tahun ini sekitar 8 juta ton per bulan lebih rendah daripada tahun lalu. Meski begitu, setoran dari sektor ini bertambah sekitar Rp1 triliun setiap bulan. Komoditas nikel juga naik. Menurut Tri, penerimaan dari nikel hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Ia menyampaikan hal tersebut di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (29/10). Tri menyebut capaian Rp131 triliun dari rencana Rp133 triliun, atau sekitar 98,4 persen, sebagai bukti bahwa pengelolaan PNBP berjalan efektif. Soal penyebab kenaikan, ia menegaskan, “Itu karena harganya membaik.”
Dengan capaian itu, realisasi PNBP minerba kini hampir menyentuh target tahunan yang dipatok pemerintah.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memasang target lebih tinggi untuk seluruh sektor ESDM. Target PNBP dalam APBN 2026 sebesar Rp137 triliun, sementara Bahlil ingin angkanya menembus Rp165 triliun, 20,44 persen di atasnya.
“Saya menargetkan PNBP kami, dari target Rp137 triliun, harus bisa mencapai Rp165 triliun,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (24/10).
Data Kementerian ESDM menunjukkan realisasi PNBP sektor ini per September 2026 mencapai Rp127,71 triliun, atau 93,78 persen dari target. Pada tahun lalu, realisasinya Rp138,4 triliun, melampaui target Rp127,49 triliun dengan capaian 108,56 persen.
Kementerian menyatakan penerimaan tetap terjaga meski laju produksi batu bara ditahan. Produksi tahun ini dipangkas dari level tahun lalu yang membengkak di atas 800 juta ton. (**)
Halaman : 1 2