Inilahdata.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggabungkan dua upaya untuk membuka peluang kerja bagi warganya: mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan lewat bursa kerja daring, dan membekali mereka dengan kemampuan bahasa asing. Keduanya ditujukan agar tenaga kerja lokal lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Bursa kerja daring itu digelar lagi pada Jumat (9/10/2026) dan disiarkan langsung lewat akun TikTok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, @dedimulyadiofficial. Sebanyak 1.112 lowongan dari 28 perusahaan ditawarkan dalam acara tersebut.
Salah satu perusahaan peserta adalah PT Everpro Indonesia Technologies, produsen kabel serat optik, yang mencari operator dan staf gudang. Pelamar yang dicari berusia 18 sampai 35 tahun.
Ada pula PT Mitra Utama Madani yang membutuhkan account officer dengan gaji Rp5 juta sampai Rp6 juta. Pekerjaannya mencakup sosialisasi produk, persiapan pembiayaan, dan pertemuan kelompok setiap pekan.
Bagi pemerintah daerah, bursa kerja daring ini menjadi cara mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang kekurangan tenaga.
Di tengah kebutuhan industri akan pekerja yang memenuhi kualifikasi, meningkatkan kompetensi dinilai penting supaya masyarakat bisa memanfaatkan peluang yang ada.
Dedi menyebut kemampuan bahasa asing perlu diperkuat agar peluang warga mendapat pekerjaan makin besar. Karena itu, Pemprov Jabar berencana membuka pelatihan bahasa asing mulai November 2026.
Pelatihan itu akan dilaksanakan di empat desa pada tiap kecamatan, dengan pilihan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.
“Kami buat desa bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Nanti pengajar disiapkan dari Pemprov Jabar,” kata Dedi.
Dengan bekal bahasa yang lebih baik, pekerja diharapkan bisa memenuhi syarat perusahaan, termasuk di pasar internasional, sekaligus lebih unggul dalam persaingan kerja.
Selain soal keterampilan, Pemprov Jabar juga memperhatikan perlindungan bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri. Menurut Dedi, calon pekerja migran sekarang harus mendapat rekomendasi dari dinas ketenagakerjaan di daerah masing-masing.
Aturan ini dimaksudkan agar warga tidak berangkat lewat jalur tidak resmi dan terhindar dari risiko menjadi pekerja migran ilegal. Indramayu, Karawang, dan Subang termasuk daerah di Jawa Barat yang dikenal sebagai kantong pekerja migran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar menilai bahasa asing adalah keterampilan penting bagi pekerja yang ingin berkarier di luar negeri.
Ia mengatakan keterbatasan bahasa bisa menyulitkan pekerja di negara tujuan, bahkan ada yang akhirnya pulang ke Indonesia karena kesulitan berkomunikasi.
“Keterampilan bahasa asing akan meningkatkan level pekerja Indonesia di luar negeri,” ujarnya. (**)
Catatan: naskah asli tidak menyebut lokasi dateline. Saya menulis “Bandung”, jadi silakan ganti jika redaksi memakai dateline lain.
Halaman : 1 2