Kamis, 29 Okt 2026 - :
29 Okt 2026 - 08:53 | 8 Views | 0 Suka

BEM UI Bongkar Makna Tiga Jari, Ternyata Nyambung sampai Revolusi Prancis

8 mnt baca

Inilahdata.com – Simbol tiga jari, atau Three-Finger Salute, kerap muncul dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung, termasuk dalam sejumlah gerakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Gestur yang terinspirasi dari film The Hunger Games ini kemudian berkembang menjadi lambang solidaritas, perlawanan terhadap kekuasaan otoriter, serta perjuangan kebebasan dan kesetaraan di banyak negara.

BEM UI menguraikan asal-usul dan maknanya lewat unggahan di akun Instagram @bemui_official, bertajuk “Tiga Jari di Udara, Apa Maksudnya? Interseksi Gerakan Pemuda, Budaya Populer, dan Aktivisme Digital”.

Isinya menjelaskan bagaimana simbol yang dikenal lewat karya fiksi bisa dipakai menyampaikan pesan politik di dunia nyata.

Dalam serial novel dan film The Hunger Games, gestur ini semula adalah salam penghormatan warga Distrik 12 untuk menyatakan hormat, simpati, dan perpisahan.

Seiring alur cerita, salam itu berubah menjadi tanda solidaritas dan perlawanan terhadap pemerintahan otoriter Capitol, sehingga maknanya melampaui sekadar gerakan dalam fiksi.

Gerakan sosial di dunia nyata lalu mengadopsinya karena dianggap sanggup membawa pesan perlawanan tanpa kata-kata panjang.

Menurut BEM UI, simbol ini menjadi bahasa visual yang mudah dipahami: cukup mengangkat tiga jari untuk menunjukkan dukungan atau solidaritas kepada kelompok yang memperjuangkan perubahan.

Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan

BEM UI mengaitkan tiga jari dengan semboyan liberté, égalité, fraternité, atau kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan, yang identik dengan Revolusi Prancis.

Kebebasan berarti hak menyampaikan pendapat, menentukan pilihan, dan berpartisipasi dalam kehidupan politik tanpa tekanan atau penindasan.

Kesetaraan menekankan bahwa setiap orang punya kedudukan dan hak yang sama. Persaudaraan menggambarkan solidaritas dan kebersamaan memperjuangkan tujuan bersama.

Karena nilai-nilai itu, simbol tiga jari mudah dipakai kelompok yang ingin menyuarakan demokrasi dan hak masyarakat, dan orang dari latar berbeda bisa menunjukkan dukungan tanpa harus berasal dari organisasi yang sama.

Di dunia nyata, penggunaannya terlihat di Thailand. Setelah kudeta militer pada Mei 2014 yang menjatuhkan pemerintahan saat itu, sejumlah kelompok pemuda memakai gestur ini untuk menolak kekuasaan militer.

Simbol ini kembali mendapat perhatian internasional ketika militer Myanmar mengambil alih kekuasaan lewat kudeta pada Februari 2021, dan pemuda serta aktivis di sana memakainya sebagai bentuk penolakan.

BEM UI mengutip seorang demonstran di Yangon pada 3 Maret yang menggambarkan terbatasnya alat perlawanan mereka. “Ketika mereka menyerang kami, kami tidak punya apa-apa,” ucapnya. “Kami tidak punya tongkat. Kami tidak punya pisau. Yang kami punya hanyalah nyanyian dan salam tiga jari kami,” ujar demonstran itu.

Dalam berbagai aksinya, BEM UI memakai simbol ini untuk menunjukkan solidaritas dan menyampaikan penolakan terhadap kondisi politik yang mereka kritik, yakni kakistokrasi, oligarki, serta kebijakan yang dinilai represif dan menyempitkan ruang demokrasi.

Makna lagu The Hanging Tree

Selain tiga jari, lagu “The Hanging Tree” juga sering muncul dalam unggahan seputar demonstrasi. Lagu ini berasal dari semesta The Hunger Games dan maknanya lebih dalam daripada kisah seseorang yang dihukum gantung.

Ia berbicara tentang kematian, cinta, pengorbanan, ketakutan terhadap kekuasaan, dan perlawanan terhadap penindasan.

Dalam cerita, lagu ini diciptakan Lucy Gray Baird, penyanyi dari Distrik 12. Di The Ballad of Songbirds and Snakes, lagu itu terinspirasi kisah Arlo Chance, pria yang dihukum gantung setelah dituduh bertanggung jawab atas ledakan tambang yang menewaskan tiga orang.

Dalam film The Hunger Games: Mockingjay – Part 1, lagu yang dinyanyikan Katniss menyebar dan menjadi bagian dari semangat pemberontakan terhadap Capitol. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%