Walhi Sumatera Utara memetakan US$42,9 miliar pembiayaan yang mengalir ke perusahaan di sektor berisiko lingkungan sepanjang 2014–2025. Bank Mandiri tercatat sebagai bank nasional dengan nilai pembiayaan terbesar.
ALIRAN DANASungai Modal ke Sektor Berisiko
SUMBER DANA3 Bank Nasional Teratas
→
SIMPULSektor Berisiko
→
DAMPAKBencana Ekologis
KOMPOSISI TOTAL US$42,9 MILIAR2014–2025
■ Pinjaman US$16,9 M■ Underwriting US$26,1 M
PERINGKATBank Nasional Pemberi Pembiayaan
Bank MandiriUS$3,75 M
BRIUS$1,65 M
BNIUS$1,14 M
Termasuk dalam 20 pemberi pinjaman terbesar bersama lembaga keuangan dari Tiongkok, Jepang, Inggris, Singapura, AS, Australia, dan Malaysia.
LANSKAPBatang Toru: Modal Besar, Hutan Menyusut
US$23 M
Pembiayaan ke kelompok usaha PT North Sumatera Hydro Energy, pengembang PLTA Batang Toru — penerima terbesar dalam pemetaan.
🍂🍂🍂
10.795,31 ha tutupan hutan berubah di lanskap Batang Toru — lebih dari 5,4 juta pohon diperkirakan hilang.
KUTIPANSuara Walhi Sumatera Utara
“Pembiayaan ini masuk ke kantung perusahaan-perusahaan besar biang bencana ekologis di Sumatera.”
WS
Walhi Sumatera Utara
Unggahan @walhisumut, 24 Agustus 2026
“…risiko ekologis di Sumatera akan terus berulang” tanpa audit perizinan dan keterbukaan data pembiayaan.
WS
Walhi Sumatera Utara
Desakan kepada regulator & perbankan
Ketika hulu ditebang, air mengalir deras ke hilir. Uang yang membiayai penebangan itu punya nama, alamat, dan pilihan — dan Walhi Sumut menagih pertanggungjawabannya.
INILAHDATA.COM
Sumber: Instagram @walhisumut, Fajar.co.id, Sumbarkita.id, AnalisaDaily.com, Forest Watch Indonesia, Global Forest Watch, NBC News, Yahoo News/AFP, BBC News.