Rabu, 29 Jul 2026 - :
11 Jul 2026 - 15:54 | 59 Views | 0 Suka

Apple Gugat OpenAI, Tuding Pencurian Rahasia Dagang Berjamaah demi Proyek Perangkat AI

13 mnt baca

Inilahdata.com – Perseteruan dua raksasa teknologi yang dulu pernah bermitra kini berujung ke meja hijau. Apple resmi melayangkan gugatan terhadap OpenAI ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat.

Gugatan itu dilayangkan dengan tuduhan pencurian rahasia dagang dan pelanggaran kontrak yang melibatkan mantan-mantan karyawannya sendiri.

Skema yang Diarahkan dari Pucuk Pimpinan

Apple menuding bahwa pola pencurian dari para eks-karyawannya yang kini bekerja di OpenAI ini diarahkan langsung oleh jajaran senior OpenAI, termasuk Chief Hardware Officer Tang Tan.

Dalam pernyataan resminya, Apple menegaskan pihaknya memandang serius segala upaya melindungi inovasi dan kekayaan intelektual timnya.

Perusahaan menyebut bukti signifikan belakangan muncul yang mengindikasikan sejumlah individu di OpenAI secara tidak sah mengambil informasi rahasia Apple terkait teknologi, proses, dan produk yang belum dirilis. 

Gugatan itu sendiri berbunyi tegas: “Kasus ini soal mantan karyawan Apple yang mencuri rahasia dagang Apple demi kepentingan OpenAI. Apple mengajukan gugatan ini untuk menghentikannya.” 

Jejak Tang Tan, 24 Tahun di Apple

Sebelum bergabung dengan OpenAI, Tang Tan menghabiskan 24 tahun berkarier di Apple, dengan jabatan terakhir sebagai Vice President of Product Design yang membawahi pengembangan iPhone dan Apple Watch.

Menurut gugatan, Tan diduga memakai nama kode proyek-proyek internal Apple selama proses rekrutmen OpenAI, meminta kandidat membawa komponen perangkat keras Apple ke sesi wawancara, membimbing karyawan yang hendak keluar agar lolos dari prosedur keamanan perusahaan, serta menanyakan detail produk Apple yang belum diumumkan.

Lebih spesifik lagi, bukti pada perangkat kerja seorang karyawan menunjukkan Tan mengarahkannya untuk “membawa beberapa komponen” hasil kerjanya ke sesi wawancara, termasuk baterai, chip SIP, dan logic board, dan ini bukan kejadian sekali saja.

Apple bahkan mengklaim Tan menyimpan atau memperoleh dokumen internal berjudul “Need to Know” yang memuat prosedur keamanan bagi karyawan yang akan resign, lalu membagikannya kepada karyawan baru OpenAI sebelum mereka resmi mengajukan pengunduran diri ke Apple. 

Chang Liu dan Bug yang “Lucu”

Selain Tan, sorotan gugatan juga tertuju pada Chang Liu, mantan senior systems electrical engineer Apple yang bekerja lebih dari delapan tahun di perusahaan sebelum hengkang pada Januari 2026.

Menurut Apple, Liu tidak mengembalikan laptop milik perusahaan setelah pindah ke OpenAI, dan memakainya untuk mengunduh sejumlah dokumen teknis rahasia Apple.

Dokumen yang diduga dicuri itu mencakup informasi teknologi, fitur, dan produk yang belum diumumkan, termasuk spesifikasi teknis, materi presentasi rekayasa, hingga data proyek internal.

MacRumors bahkan mencatat Liu diduga mengunduh “kumpulan berkas teknis dengan lebih dari seribu halaman” berisi rincian pekerjaannya semasa di Apple. 

Yang membuat kasus ini semakin mencolok adalah caranya terungkap. Gugatan menyebut Liu menemukan bug yang memungkinkannya mengakses penyimpanan berkas cloud Apple bahkan setelah resign dan sudah bekerja di OpenAI, dan alih-alih melaporkannya, ia justru merayakan temuan itu.

Kepada mantan koleganya yang masih bekerja di Apple, Liu berpesan singkat: “LOL, I found out I can access the [network storage], so funny.”

Sebuah candaan yang kini menjadi salah satu bukti kunci dalam berkas perkara.

Liu disebut juga menjalin komunikasi dengan seorang karyawan Apple lain berinisial Yu-Ting “Alyssa” Peng, yang terus memberinya kabar terbaru soal proyek, keputusan vendor, dan detail rekayasa Apple.

Surat yang Tak Pernah Dibalas

Apple menyatakan telah mengirim surat kepada OpenAI pada Februari lalu untuk menyampaikan kekhawatirannya, namun tidak pernah menerima tanggapan.

Dalam gugatannya, Apple juga menyoroti dugaan penyalahgunaan salah satu teknik metal finishing yang diklaim eksklusif miliknya, setelah OpenAI diduga meyakinkan salah satu mitra pemasoknya bahwa izin penggunaan teknik tersebut telah dikantongi dari Apple. 

Skala masalahnya menurut Apple bahkan bisa jauh lebih besar dari yang terungkap di persidangan. Berkas gugatan turut mencatat bahwa kini terdapat lebih dari 400 mantan karyawan Apple yang bekerja di OpenAI.

Apple menuding budaya di internal OpenAI ikut melanggengkan praktik ini: bisnis perangkat keras OpenAI disebut Apple “rapuh hingga ke intinya” karena bergantung pada informasi yang dicuri. 

Bantahan OpenAI

Di sisi lain, OpenAI dengan tegas membantah seluruh tudingan tersebut.

Juru bicara perusahaan, Drew Pusateri, menegaskan lewat pernyataan resmi: “We have no interest in other companies’ trade secrets. We remain focused on building innovative technology that empowers people everywhere.” 

Retaknya Kemitraan dan Bayang-bayang IPO

Gugatan ini muncul di tengah hubungan Apple-OpenAI yang sudah lama merenggang.

Relasi kedua perusahaan mendingin sejak OpenAI mengumumkan rencana masuk ke industri perangkat keras tahun lalu, ditandai akuisisi startup io milik mantan desainer Apple Jony Ive senilai 6,4 miliar dolar AS.

Bahkan versi terbaru Siri yang akan dirilis musim gugur ini justru mengandalkan model AI Gemini milik Google, bukan lagi teknologi OpenAI.

Waktunya pun terbilang sensitif bagi OpenAI. Gugatan Apple ini muncul hanya dua bulan setelah OpenAI memenangi sidang besar melawan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, terkait tuduhan pengingkaran komitmen menjalankan OpenAI sebagai lembaga nirlaba.

Di saat bersamaan, OpenAI juga tengah bersiap menghadapi rencana initial public offering atau IPO yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Meski io Products ikut disebut sebagai pihak tergugat, Jony Ive sendiri tidak dimasukkan sebagai tergugat maupun dituduh melakukan pelanggaran apa pun dalam gugatan ini.

Sebagai bentuk pemulihan, Apple meminta pengadilan mengeluarkan perintah sela yang mewajibkan para tergugat menjaga bukti, menghentikan penggunaan teknologi Apple, dan mengembalikan seluruh rahasia dagang yang diduga dicuri.

Sungguh, ini sebuah langkah yang berpotensi menghambat laju bisnis perangkat keras OpenAI yang masih dalam tahap rintisan. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%