MATA RANTAI LAYANAN PUPUK YANG SEMPAT TERPUTUS AKIBAT KENDALA ADMINISTRASI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot manajer pupuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, setelah mendapati langsung petani yang kesulitan mengakses pupuk bersubsidi karena belum tergabung dalam kelompok tani.
SIKAP MENTANLayanan Tak Cukup Diukur dari Stok
01
Petugas pupuk diminta jemput bola — mendata dan membantu petani yang punya kendala administrasi, bukan menunggu keluhan.
02
Pemerintah daerah diminta ikut mengawasi pelayanan pupuk di wilayahnya masing-masing.
03
Keberhasilan kebijakan pupuk diukur dari keterjangkauan akses petani, bukan sekadar ketersediaan stok di gudang.
KUTIPANMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
“Anda digaji untuk melayani rakyat, bukan bergaya. Datangi petani. Saya saja menteri datang ke petani. Ini rakyat butuh. Jangan dibuat menunggu, datangi.”
Andi Amran Sulaiman — Menteri Pertanian
“Kita ini pemerintah. Melayani mereka. Kita ini pembantu, kita ini pelayan.”
Andi Amran Sulaiman — Menteri Pertanian
USUT TUNTASDugaan Mahar Bantuan Alsintan
DUGAAN NOMINAL PUNGUTAN
Rp150 Juta
Diduga diminta dari seorang petani di Banggai Selatan saat mengajukan bantuan mesin pemanen gabungan — padahal seluruh bantuan alsintan pemerintah diberikan gratis.
“Pak Kapolres, tangkap! Jangan kasih ampun. Rakyat jangan dibebani. Sudah susah.”
Andi Amran Sulaiman — Menteri Pertanian
KANAL PENGADUANLapor Pak Amran
☎
Sebut nama, alamat, dan nominal mahar
0823 1110 9390
Satu manajer dicopot di Banggai, tapi pesannya menjangkau seluruh Indonesia: pupuk dan bantuan alsintan adalah hak petani, bukan sesuatu yang boleh dipersulit atau ditukar dengan uang pelicin.
INILAHDATA.COM
Sumber: [nama media asal peliputan 10 September 2026 menyusul konfirmasi GRI].