Indonesia mencatat salah satu kenaikan emisi gas rumah kaca paling tajam sepanjang 2024-2025, sejajar dengan Amerika Serikat, di antara enam negara penyumbang emisi terbesar dunia menurut data Emissions Database for Global Atmospheric Research (Edgar).
TREN EMISI GRK GLOBAL · NAIK DI HAMPIR SEMUA SEKTOR 2025
+1,2%
Kenaikan Emisi Indonesia (16,1 Jt Ton CO2e)
+2,2%
Kenaikan Emisi AS (131,5 Jt Ton CO2e)
KONTRIBUSI 2025Pangsa Emisi Enam Negara Ekonomi Besar
China
29,5%
Amerika Serikat
11,1%
India
8,3%
Uni Eropa
5,8%
Rusia
4,8%
Indonesia
2,5%
50,1% populasi dunia
62% emisi GRK global
63% konsumsi bahan bakar fosil
KOMPOSISI GASCO2 Masih Mendominasi Emisi Global
CO2
73,8%
Dari pembakaran bahan bakar fosil.
Metana
17,6%
Komponen terbesar kedua.
N2O
5,3%
Nitrogen oksida.
Gas F
3,3%
Dipakai pada pendingin & AC.
SEKTOR LISTRIKSatu-satunya yang Turun, Tetap Dominan
“Lonjakan di tingkat regional sempat teramati,” terkait fenomena kebakaran hutan sepanjang 2025.
EDGAR
Emissions Database for Global Atmospheric Research
HUTAN & LAHANDeforestasi Ungguli Daya Serap LULUCF
Listrik turun 0,3% (51 juta ton CO2e)
Tetap ~30% emisi global
LULUCF: sumber bersih 900 juta ton CO2e
Kebakaran hutan 2,2 miliar ton CO2e
Deforestasi lepaskan 3,7 miliar ton CO2e
Deforestasi global pada 2025 melepaskan karbon lebih dari dua kali lipat jumlah yang mampu diserap balik oleh sektor kehutanan dan penggunaan lahan dunia pada tahun yang sama.
Inilahdata.com
Sumber: Emissions Database for Global Atmospheric Research (Edgar), dilansir Argus Media.