Kelompok usia di atas 60 tahun menjadi satu-satunya segmen yang jatuh ke zona pesimistis dalam survei konsumen BI — sinyal bahwa jendela bonus demografi Indonesia mulai menyempit.
01Lansia yang Masih Terpaksa Bekerja
54,21%
Lansia yang masih harus bekerja demi bertahan hidup
20,05%
Pekerja lansia dengan jam kerja lebih dari 48 jam/pekan
Lansia laki-laki bekerja67,23%
Lansia perempuan bekerja42,27%
Sektor pertanian menyerap porsi terbesar tenaga kerja lansia (52,22%), sebagian besar berstatus berusaha sendiri tanpa jaring pengaman sosial.
02Fertilitas yang Terus Menurun
8,88 → 11
Rasio ketergantungan lansia, 2020 ke 2025
2041
Proyeksi berakhirnya bonus demografi Indonesia
03Tiga Saluran Tekanan ke Ekonomi
1
Perlambatan Angkatan Kerja
Sumber pertumbuhan dari penambahan pekerja semakin mengecil seiring populasi menua.
2
Pergeseran Belanja
Anggaran rumah tangga dan negara bergeser dari investasi ke kesehatan, pensiun, dan perawatan.
3
Tergerusnya Tabungan
Tabungan rumah tangga berkurang saat makin banyak orang menggunakan simpanan masa tuanya.
“
Risiko jangka menengah yang harus dihitung pemerintah adalah gabungan biaya kesehatan, pensiun, dan perawatan, bukan masing-masing secara terpisah.
— Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata
04Tekanan Fiskal Mulai Terlihat
Rp78,3 T
Belanja bansos Semester I-2026, termasuk Rp23,2 T iuran JKN
Rp639,7 T
Belanja non-K/L, termasuk manfaat pensiun
“
Fondasinya masih sehat, tetapi ruang penyangganya tidak besar apabila kewajiban terkait lansia meningkat cepat bersamaan dengan kebutuhan pembangunan lainnya.
— Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata
2,93%
Proyeksi defisit PDB 2026
5,26%
Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026
2030+
Rasio ketergantungan naik lebih cepat
Jika dikelola dengan reformasi pensiun, perluasan perlindungan sosial, dan penguatan silver economy sejak sekarang, penuaan penduduk berpotensi menjelma dividen kedua — bukan beban demografi yang menggerus fondasi fiskal generasi mendatang.
Sumber: BPS (Statistik Penduduk Lanjut Usia 2025), Ditjen Dukcapil Kemendagri, WHO (2024), APBN Semester I-2026, wawancara Josua Pardede & Teuku Riefky.