Jakarta · Kamis, 13 Agustus 2026 Susenas Maret 2026
Belum punya rumah
Belum tinggal layak
BPS mencatat 9,29 juta rumah tangga belum punya rumah sendiri, dan 18,01 juta rumah tangga lainnya belum menempati hunian yang layak — meski keduanya membaik dibanding tahun lalu.
01Backlog Kepemilikan Rumah
Maret 202513,00%
Maret 202612,39%
Setara 9,29 juta rumah tangga↓ ~350 ribu RT
“Backlog 1 turun dari 13% pada Maret 2025 menjadi 12,39% pada Maret 2026. Penurunan ini tidak hanya dari segi persentase, namun juga dari segi jumlah.”
— Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS
02Backlog Rumah Layak Huni
Maret 202525,33%
Maret 202624,03%
Setara 18,01 juta rumah tangga↓ ~760 ribu RT
“Tingginya backlog 2 menunjukkan bahwa mewujudkan kepemilikan hunian layak yang merata menjadi salah satu prioritas pembangunan.”
— Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS
37 dari 38 Provinsi Membaik
Jawa Barat mencatat jumlah backlog 2 tertinggi, sementara Kalimantan Utara terendah — hanya sekitar 33 ribu rumah tangga. Keduanya sama-sama membukukan penurunan.
03Akses Rumah Layak & Terjangkau
70,3%naik dari 68,4%
Artinya, sekitar 70 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia pada 2026 telah memiliki akses terhadap rumah yang layak sekaligus terjangkau.
04BAB Sembarangan Tertinggi
1
Papua Pegunungan31,61%
2
Papua Tengah18,66%
3
Papua Selatan15,01%
4
Sulawesi Tengah7,76%
5
Sulawesi Barat5,30%
Provinsi lain yang juga masih bergulat dengan persoalan serupa: Maluku, Aceh, Sumatera Barat, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat.
05Kesenjangan Listrik di Papua
22,42%
Papua Pegunungan
45,22%
Papua Tengah
75,22%
Papua Selatan
Persentase rumah tangga dengan listrik PLN sebagai sumber penerangan utama — jauh di bawah rata-rata nasional.
9,34% Rumah Masih Beratap Asbes
Tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung (56,70%), disusul DKI Jakarta (54,59%) — menyoroti sisi ketahanan bangunan yang masih rentan.
87,52%
Ketahanan Bangunan
94,91%
Luas Lantai/Kapita
93,71%
Air Minum Layak
Data ini menegaskan, persoalan perumahan Indonesia tak melulu soal kepemilikan rumah. Kualitas dan kelayakan hunian — sanitasi, listrik, hingga ketahanan bangunan — tetap jadi tantangan yang harus dituntaskan berbarengan dengan penurunan backlog.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), rilis publikasi statistik perumahan 2026, Kamis (13/8/2026).