Jakarta · 11 Agustus 2026 BRWA Update — HIMAS 2026
Rasio Pengakuan Wilayah Adat — Agustus 2026
20,6%
Sudah Diakui Negara
dari 36,6 juta ha teregistrasi
Baru 7,54 juta hektare wilayah adat yang mendapat penetapan resmi pemerintah — jauh tertinggal dari total 36,6 juta hektare yang telah teregistrasi BRWA.
Sekilas Angka Registrasi
2.284
Wilayah Adat Teregistrasi
418
Sudah Ditetapkan Pemda
32/209
Provinsi / Kab-Kota
Data dirilis dalam BRWA Update edisi Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS).
Pertambahan Pengakuan Nyaris Mandek
7.461.307 ha
Diakui per Maret 2026
7.540.332 ha
Diakui per Agustus 2026
Dalam lima bulan, luas wilayah adat yang diakui hanya bertambah 79.025 hektare — menunjukkan lebarnya jarak antara identifikasi dan pengakuan resmi.
Tumpang Tindih dengan Kawasan & Konsesi
Berada di Kawasan Hutan
27,32 juta ha
Meliputi hutan lindung, produksi terbatas, konservasi, produksi, dan produksi konversi.
Bersinggungan Izin Usaha
8,37 juta ha
Tumpang tindih dengan izin tambang, kehutanan, dan perkebunan.
Isu Regulasi yang Disorot BRWA
RUU Masyarakat Adat
Draf Panja DPR belum bisa diakses publik.
Revisi RUU Kehutanan
Berpotensi memengaruhi perlindungan hak adat.
RUU Satu Data Indonesia
Turut disorot dampaknya bagi data wilayah adat.
UU KSDAHE 34/2024
Digugat AMAN & komunitas adat ke MK.
Komitmen Kementerian Kehutanan menetapkan 1,4 juta hektare Hutan Adat juga masih terganjal kawasan konservasi dan areal PBPH.
Pengakuan tanpa mengakomodir poin-poin substansi tersebut adalah pengakuan palsu.
Kasmita Widodo — Kepala Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA)
1
Baru 7,54 juta hektare (20,6%) dari 36,6 juta hektare wilayah adat teregistrasi yang sudah diakui resmi pemerintah, bertambah tipis 79.025 hektare sejak Maret 2026.
2
Kepala BRWA Kasmita Widodo menyebut pengakuan tanpa hak atas wilayah, tanah, hutan, dan laut sebagai “pengakuan palsu”, sementara draf RUU Masyarakat Adat belum bisa diakses publik.
3
Sekitar 27,32 juta hektare wilayah adat berada di kawasan hutan dan 8,37 juta hektare bersinggungan dengan izin usaha tambang, kehutanan, dan perkebunan.
Sumber
Sumber: Katadata.co.id, “Pengakuan Wilayah Adat Baru 20,6%, BRWA Pertanyakan Komitmen Negara”; BRWA Update edisi Agustus 2026, keterangan resmi BRWA Senin (10/8/2026).