Kamis, 08 Okt 2026 - :
2 Okt 2026 - 13:33 | 62 Views | 0 Suka

Pernah Dicopot Purbaya, Kini Luky Alfirman Jabat Wamenkeu

8 mnt baca
Infografis Wamenkeu Luky Alfirman

Luky Alfirman kembali ke Kementerian Keuangan sebagai wakil menteri setelah dicopot April lalu

Dirjen Anggaran sejak 23 Mei 2025Jabatan terakhirnya di Kemenkeu sebelum dicopot
April 2026, masa hibernasiDicopot dari kursi Dirjen Anggaran oleh Menkeu Purbaya
1 Oktober 2026, kembaliDilantik Presiden Prabowo sebagai Wakil Menteri Keuangan

Dua wakil menteri keuangan dilantik di Istana Negara

Wakil Menteri KeuanganLuky AlfirmanMantan Dirjen Anggaran Kemenkeu
Wakil Menteri KeuanganNurkholisoh Ibnu AmmanDilantik bersama untuk jabatan yang sama
Keppres 104 P/2026Pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih 2024–2029

Tiga bulan tersisa, tiga fokus kerja

Sudah berlalu: sembilan bulanTersisa: tiga bulan
APBN 2026Menyelesaikan pelaksanaan anggaran tahun berjalan
APBN 2027Mempersiapkan pelaksanaan anggaran tahun depan
KonsolidasiInternal Kemenkeu untuk mendorong reform dan transformasi

Luky menyebut ia dan Nurkholisoh tak membawa program khusus sendiri, karena keduanya pembantu Presiden dan Menteri Keuangan.

Kata Luky setelah kembali ke Kantor Kemenkeu

Kemarin saya ada masa hibernasi.

Luky Alfirman, Wamenkeu, Kamis 1 Oktober 2026

Enggak kerasa sudah tanggal 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi.

Luky Alfirman, soal sisa waktu APBN 2026

Tiga dekade di Kementerian Keuangan

1995Mulai mengabdi di Kemenkeu, lama berkarier di Ditjen Pajak hingga Kepala KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama
2011Plt Kepala Pusat Kebijakan APBN, lalu Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di BKF
2015Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal
2017Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara dan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
2022Dirjen Perimbangan Keuangan
2025Dirjen Anggaran, dilantik 23 Mei 2025
1994Sarjana Teknik Industri, ITB
2000Master of Arts in Economics, University of Colorado Boulder
2004Ph.D in Economics, University of Colorado Boulder

Lahir di Bandung, 27 Maret 1970. Juga menjabat Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sumber: CNN Indonesia

Inilahdata.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman sebagai wakil menteri keuangan (wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Satu nama lain, Nurkholisoh Ibnu Amman, dilantik bersamanya untuk jabatan yang sama.

Pelantikan keduanya mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Bagi Luky, pengangkatan ini berarti kembali ke lingkar strategis Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebelumnya, pada April 2026, ia dicopot dari kursi Direktur Jenderal Anggaran oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini berstatus mantan Menkeu.

Perasaan Campur Aduk

Usai dilantik, Luky mendatangi Kantor Kemenkeu di Jakarta Pusat. Di sana ia menggambarkan suasana hatinya yang bercampur setelah beberapa bulan menepi.

Ia pun meminta dukungan para pegawai untuk mengejar ketertinggalan.

“Kalau ditanya perasaan saya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya, berat yang pasti,” ujar Luky.

Ia menambahkan, “Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri.”

Tiga Fokus Jangka Dekat

Luky menegaskan dirinya dan Nurkholisoh tidak membawa program khusus yang berdiri sendiri, sebab keduanya berstatus pembantu Presiden dan Menteri Keuangan.

Meski begitu, ia menyebut tiga hal yang akan dikerjakan bersama jajaran Kemenkeu dalam waktu dekat.

Pertama, menuntaskan pelaksanaan APBN 2026.

“Enggak kerasa sudah tanggal 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi,” katanya.

Kedua, menyiapkan pelaksanaan APBN 2027. Ketiga, melakukan konsolidasi internal untuk mendorong reformasi dan transformasi.

Tiga Dekade di Kemenkeu

Luky meniti karier di Kemenkeu sejak 1995. Ia lama berkarier di Direktorat Jenderal Pajak, antara lain sebagai Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi, hingga Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

Pada 2011 ia menjadi Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN, lalu dipercaya memimpin Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Tahun 2015 ia menjabat Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kemenkeu. Dua tahun kemudian, 2017, ia menjadi Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Luky memimpin Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada 2022, dan dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada 23 Mei 2025. Di luar kementerian, ia juga duduk sebagai Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970, ini lulus Sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994.

Ia kemudian meraih gelar Master of Arts in Economics di University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, pada 2000, dan Ph.D in Economics di kampus yang sama pada 2004. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%