Jumat, 06 Nov 2026 - :
5 Nov 2026 - 09:56 | 76 Views | 0 Suka

590 Ibu Hamil dan 1.530 Penderita Asma Berisiko Terdampak Asap Karhutla

7 mnt baca

Inilahdata.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mencapai 401.586 kasus secara kumulatif.

Angka itu tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota, berdasarkan pemantauan hingga 2 November 2026 pukul 16.00 WIB.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2026).

“Data dari pemantauan Kementerian Kesehatan per 2 November 2026 pukul 4 sore, tercatat 401.586 kasus ISPA secara kumulatif di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Khususnya di tanggal 2 November, terdapat penambahan 3.906 kasus,” ujarnya.

Berdasarkan usia, anak 0–5 tahun menjadi kelompok terbanyak dengan 91.913 kasus. Disusul anak 6–9 tahun sebanyak 87.704 kasus dan lansia di atas 60 tahun sebanyak 56.092 kasus.

Kemenkes juga mencatat 590 ibu hamil, 1.530 penderita asma, dan 8.086 pekerja luar ruangan yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Perkembangan kasus berbeda antarprovinsi. Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Riau menunjukkan tren menurun. Sebaliknya, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat justru naik.

“Kondisi di Kaltim menjadi perhatian serius memang,” kata Widyawati.

Ia mengingatkan bahwa penurunan di sejumlah daerah tidak boleh membuat masyarakat lengah, sebab asap karhutla masih berpotensi memicu gangguan pernapasan, terutama pada orang dengan penyakit penyerta.

“Tidak boleh buat kita lengah. Pneumonia itu merupakan gangguan kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan medis, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid,” tuturnya.

Merujuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 3 November 2026 pukul 09.00 WIB, dua kabupaten/kota berstatus berbahaya dan 15 lainnya tidak sehat.

“Ada dua wilayah yang perlu menjadi perhatian khusus yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat nilai PM2.5 sebesar 580, sedangkan Kota Palangka Raya mencapai 348. Keduanya masuk kategori berbahaya,” ucapnya.

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%