Inilahdata.com – Presiden Prabowo Subianto memberangkatkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket sembako ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi, Sabtu (15/8).
Bersamaan dengan itu, sejumlah pejabat pusat langsung diterjunkan ke Labuan Bajo dan Maumere guna mempercepat penanganan di lapangan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, Presiden menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii untuk bertolak ke dua lokasi tersebut.
Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan tim dari PLN, Pertamina, Telkom, serta Bulog juga dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan bencana.
“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Teddy dalam siaran persnya, Sabtu (15/8).
Senada, Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers memastikan bahwa bantuan yang dikirim Presiden akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
“Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” katanya.
Tak berhenti pada sembako, pemerintah turut menyiapkan pemenuhan kebutuhan dasar lain bagi warga terdampak, mulai dari makanan, minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung, genset, hingga berbagai kebutuhan darurat lainnya.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan stok logistik yang sudah tersedia di sekitar lokasi bencana.
Suharyanto menjelaskan, Kementerian Sosial dalam satu hingga dua hari ke depan akan menggeser persediaan dari kabupaten-kabupaten tetangga yang dampaknya lebih ringan atau bahkan tidak terdampak gempa sama sekali.
Flores Timur disebut sebagai salah satu wilayah yang masih menyimpan cadangan logistik memadai, sisa persiapan untuk penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang kini dialihkan untuk membantu korban gempa.
“Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” kata Suharyanto.
Berdasarkan catatan BNPB pada Sabtu siang pukul 15.00 WIB, gempa ini telah menewaskan 38 orang, dengan dua orang mengalami luka berat dan 11 luka ringan.
Sementara sekitar 2.000 warga memilih mengungsi secara mandiri. Kabupaten Manggarai tercatat sebagai wilayah yang paling parah terdampak, disusul Kabupaten Manggarai Timur.
Menjelang malam, angka korban jiwa dilaporkan bertambah menjadi 47 orang seiring proses pendataan yang terus berjalan di lapangan. (**)
Halaman : 1 2