
Inilahdata.com – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal angkat suara soal gugatan yang tengah bergulir di Mahkamah Konstitusi terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gugatan tersebut diajukan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana bersama 12 pemohon lainnya, dengan pokok perkara yang mempersoalkan apakah syarat pendidikan Gibran benar-benar terpenuhi sejak tahap pencalonan.
Lewat akun X pribadinya, @dinopattidjalal, Senin (14/9/2026), Dino menyatakan tengah mengikuti perkembangan langkah Denny Indrayana yang gencar mempersoalkan ijazah SMA sang wakil presiden ke MK.
Sebagai seseorang yang mengaku berlatar belakang political scientist, ia menegaskan bahwa publik punya hak mutlak untuk mengetahui rekam jejak dan kualifikasi pemimpinnya, termasuk memastikan tidak ada konspirasi yang mengarah pada pelecehan administratif terhadap syarat pencalonan wakil presiden, yang menurutnya sama saja dengan mencederai proses pemilu dan demokrasi.
Dino mengingatkan bahwa negara ini adalah milik bersama, dan kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat, bukan pihak-pihak tertentu. Ia menekankan hukum berlaku sama bagi seluruh warga negara, tak terkecuali Gibran. Karena itu, ia mendorong Wapres untuk buka suara.
“Gibran perlu memberikan klarifikasi terhadap tuduhan Denny Indrayana, apapun konsekuensinya,” tulisnya, sembari menyebut momen ini justru bisa menjadi ajang pembuktian kapasitas Gibran sebagai politisi sekaligus pemimpin di mata publik.
Sayangnya, menurut pengamatan Dino, hingga kini belum ada tanggapan apa pun dari Gibran. Ia membandingkannya dengan sikap sang ayah, mantan Presiden Joko Widodo, yang menurutnya pernah setidaknya memberi tanggapan ketika dihadapkan pada isu serupa.
“Wapres Gibran terkesan menghindar dan bersembunyi ketimbang menghadapi serangan-serangan ini,” kritiknya.
Ia juga menyoroti bahwa pembelaan yang muncul justru datang dari pihak-pihak yang menurutnya tidak sepenuhnya memahami duduk perkara ijazah tersebut.
Di akhir unggahannya, Dino melontarkan pernyataan yang cukup tajam.
“Kalau Gibran tidak berani membela integritas dirinya sendiri, bagaimana dia bisa membela NKRI?” tulisnya.
Ia menutup dengan pesan bahwa siapa pun yang benar-benar peduli pada Gibran semestinya lebih peduli pada Indonesia, dan mengajak publik merenungkan hal tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maupun tim hukumnya menanggapi kritik Dino Patti Djalal tersebut. (**)
Halaman : 1 2