Senin, 21 Sep 2026 - :
14 Sep 2026 - 00:01 | 51 Views | 0 Suka

RI Perkuat Local Currency Transaction Lewat Pertemuan BRICS di India

9 mnt baca

Inilahdata.com – Bank Indonesia (BI) menyerukan penguatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi atau Local Currency Transaction (LCT) serta peningkatan konektivitas pembayaran lintas negara di kalangan anggota BRICS, sebagai respons atas ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Seruan ini disampaikan dalam pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (2nd BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/BRICS FMCBG) yang berlangsung 9-10 September 2026 di Mumbai, India.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut dipimpin Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.

Forum ini mempertemukan para pemimpin bank sentral dan kementerian keuangan dari sepuluh negara anggota BRICS, yakni Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran.

Dalam kesempatan itu, Destry menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus memperkuat sumber-sumber pertumbuhan baru di tengah ketegangan geopolitik dan fragmentasi ekonomi yang terjadi belakangan ini.

Menurutnya, BI mendorong agar kerja sama BRICS diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret, termasuk lewat perluasan transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara.

“Indonesia melihat peluang strategi bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi ketahanan bersama melalui penguatan kerja sama konkret. Termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara,” ujar Destry dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).

Para anggota BRICS dalam pertemuan itu sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus membangun ketahanan bersama menghadapi tantangan global.

Kesepakatan tersebut lahir setelah pembahasan sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan ketahanan dan pertumbuhan, transformasi digital dan kecerdasan buatan, konektivitas pembayaran lintas negara, perluasan penggunaan mata uang lokal, ketahanan siber, hingga pembiayaan berkelanjutan.

Selain itu, forum ini juga menyoroti perlunya memperkuat arsitektur keuangan global, salah satunya melalui reformasi tata kelola Dana Moneter Internasional (IMF) agar suara dan representasi negara berkembang semakin kuat.

Sejalan dengan agenda tersebut, Indonesia mendorong agar keberagaman karakteristik antaranggota BRICS justru dijadikan modal untuk membangun kerja sama yang saling melengkapi dan menciptakan nilai bersama.

Di sela rangkaian pertemuan di Mumbai, Destry juga menggelar pertemuan bilateral dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Sanjay Malhotra.

Pertemuan itu membahas percepatan sejumlah inisiatif kerja sama Indonesia-India, di antaranya Local Currency Transaction (LCT), Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA), hingga konektivitas pembayaran lewat kode QR antarnegara.

Langkah bilateral ini disebut sebagai salah satu bentuk konkret penerjemahan komitmen BRICS ke dalam kerja sama ekonomi-keuangan yang memberi manfaat langsung bagi kedua negara.

Pertemuan BRICS FMCBG kedua ini ditutup dengan Pernyataan Bersama yang mencerminkan komitmen kolektif menghadapi tantangan ekonomi global.

Ke depan, Indonesia memandang penting untuk terus menjaga ruang dialog dan membangun jembatan kerja sama di tengah fragmentasi global yang semakin nyata.

Melalui sinergi Bank Indonesia dan pemerintah, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam agenda kerja sama internasional, menghasilkan langkah-langkah konkret yang inklusif, serta tetap sejalan dengan prioritas nasional guna mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%