Jumat, 30 Okt 2026 - :
30 Okt 2026 - 10:01 | 15 Views | 0 Suka

Puluhan Warga Karawang Muntah dan Megap-megap, Pabrik Pindo Deli Menyalahkan Hujan Lebat

2 mnt baca

Inilahdata.com – Puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menghirup gas dari area pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Kamis (29/10).

Gas itu diduga muncul dari reaksi kimia produk kaporit yang terkena air hujan di lingkungan pabrik.

Data RS Rosela Karawang Barat mencatat 44 warga menjalani perawatan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang Asep Suryana menyebut jumlah warga terdampak masih bisa bertambah karena gas menyebar lewat udara.

Sesak napas, mata dan hidung perih

Roham, warga Kutamekar, mengaku sesak napas dan merasakan perih di mata dan hidung sejak subuh. Menurut dia, kabut tipis bahkan sudah masuk ke dalam rumah. “Itu waktu masih subuh aja di dalam rumah itu sudah berasa perihnya gitu, ke mata,” ujarnya.

Salah satu anggota keluarganya dibawa ke RS Rosela untuk mendapat penanganan. Roham juga menuturkan sejumlah warga lain muntah-muntah dan merasa perih sampai tenggorokan. “Ada yang sesek napas, perih sampai muntah-muntah,” katanya.

Asep membenarkan adanya warga terdampak. Dari penelusuran DLH, sumber gas bukan berasal dari proses produksi, melainkan produk kaporit dalam karung yang meledak. “Sumbernya dari kaporit,” kata Asep.

Perusahaan Menyebut Hujan sebagai Pemicu

Manajemen Pindo Deli mengakui ada bau menyengat dan asap di area pabrik. Dalam keterangan tertulis, perusahaan menjelaskan asap dan bau itu berasal dari reaksi dekomposisi produk kaporit atau Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) setelah terkena air hujan.

Head Sustainability PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, Mei Yudi Pransuri, mengatakan kejadian bermula saat perusahaan menyiapkan pengiriman kaporit ke pelanggan pada shift pertama, Kamis (29/10).

Produk itu sudah dipindahkan ke dekat area pre-loading sejak shift sebelumnya. Menurut dia, material tersebut sebenarnya sudah ditutup terpal dan palet kayu.

“Namun, hujan cukup lebat disertai angin kencang terjadi, sehingga air hujan mengenai produk Kaporit tersebut,” ujarnya.

Petugas gudang kaporit mendeteksi asap dan bau tajam dari area pre-loading pukul 04.52 WIB. Tiga menit kemudian, tim pemadam kebakaran bersama tim pendukung perusahaan menuju lokasi dan menyemprot area sebaran gas untuk menekan penyebarannya.

Titik utama sumber asap ditangani intensif dengan menimbunnya menggunakan pasir agar proses dekomposisi kimia berhenti.

“Perusahaan terus melakukan usaha penanggulangan untuk memastikan sebaran gas benar-benar dapat dihentikan,” tegas Mei Yudi. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%