
Kredit Foto: Detik.com
18 Okt 2026 - 18:37 | 60 Views | 0 Suka
MSCI Pertimbangkan Status Standalone Market untuk Indonesia, Kelayakan Investasi Dipertanyakan
MSCI mencatat enam hal terkait aksesibilitas pasar modal IndonesiaCatatan itu jadi dasar konsultasi reklasifikasi status pasar
6
catatan aksesibilitastermuat dalam laporan MSCI yang dirilis pada Juni 2026
MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia ke Standalone Market.
Usulan Standalone Market
Laporan Juni 2026
Tahap Konsultasi
Alur singkat
Juni 2026Laporan aksesibilitas pasar dirilis
KonsultasiProposal reklasifikasi dibuka
UsulanTurun ke Standalone Market
Pemicu kekhawatiran
Kelayakan investasiStruktur kepemilikanTransparansi kepemilikan saham dinilai minim oleh pelaku pasar.
Praktik perdaganganDugaan terkoordinasiAktivitas yang disebut merusak pembentukan harga wajar.
Enam catatan MSCI
Investor asing sulit memperoleh informasi emiten dalam bahasa Inggris.
Pasar valas domestik dinilai belum cukup efisien, termasuk kewajiban mengaitkan transaksi valas dengan transaksi sekuritas.
Transparansi struktur kepemilikan dan praktik perdagangan terkoordinasi mengganggu kelayakan investasi.
Pengalihan dalam bentuk barang (in-kind) hanya diizinkan pada kasus tertentu.
Stock landing dibatasi pada sekuritas tertentu dengan kontrak pinjaman 90 hari.
Short selling masih terbatas.
Kutipan dalam infografis ini berasal dari dokumen proposal konsultasi MSCI. Naskah sumber belum memuat keputusan akhir reklasifikasi.
Kutipan proposal
“Informasi terkait perusahaan tidak selalu mudah tersedia dalam bahasa Inggris.”
Proposal konsultasi MSCI
“Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris.”
Proposal konsultasi MSCI
Usulan penurunan ke Standalone Market masih dalam tahap konsultasi.
Inilahdata.com
Sumber: Proposal konsultasi MSCI, dikutip Minggu (18/10/2026)
Halaman : 1 2