Rabu, 21 Okt 2026 - :
18 Okt 2026 - 18:37 | 62 Views | 0 Suka

MSCI Pertimbangkan Status Standalone Market untuk Indonesia, Kelayakan Investasi Dipertanyakan

7 mnt baca

Inilahdata.com – MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market.

Langkah itu menyusul kekhawatiran pelaku pasar soal kelayakan investasi di pasar saham Indonesia, terutama menyangkut transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan yang dilakukan secara terkoordinasi.

Pada Juni 2026, MSCI sudah menerbitkan laporan tentang aksesibilitas pasar modal Indonesia. Laporan tersebut menjadi salah satu landasan dalam proposal konsultasi mengenai reklasifikasi status pasar.

Setidaknya ada enam catatan MSCI soal aksesibilitas, dan persoalan kelayakan investasi termasuk di dalamnya. Yang pertama menyangkut hak investor asing. Mereka dinilai masih sulit mendapat informasi emiten dalam bahasa Inggris.

“Hak yang Sama bagi Investor Asing: Informasi terkait perusahaan tidak selalu mudah tersedia dalam bahasa Inggris,” tulis proposal konsultasi MSCI, dikutip Minggu (18/10/2026).

Catatan kedua berkaitan dengan liberalisasi pasar valuta asing. Menurut MSCI, pasar mata uang domestik belum cukup efisien dan masih memiliki sejumlah keterbatasan, misalnya transaksi valas yang harus dikaitkan dengan transaksi sekuritas.

Ketiga, kelayakan investasi di pasar modal Indonesia dipertanyakan karena minimnya keterbukaan tentang struktur kepemilikan saham serta adanya praktik perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga yang wajar.

“Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris,” terang proposal tersebut.

Keempat, pengalihan dalam bentuk barang (in-kind transferability) hanya dibolehkan pada kasus tertentu. Kelima, stock landing dibatasi untuk sekuritas tertentu dengan kontrak pinjaman 90 hari. Keenam, penerapan short selling masih terbatas. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%