Ambulans Udara & Dokter Terbang Program Presiden Prabowo Subianto
EKOSISTEM PESAWAT N219 & N219A
BRIN matangkan pesawat N219 dan varian amfibinya untuk mewujudkan visi ambulans udara dan dokter terbang bagi wilayah sulit akses.
DISAMPAIKAN ARIF SATRIA KEPADA ANTARA · JAKARTA, 16 AGUSTUS 2026
01Dua Andalan Kedirgantaraan BRIN
N219 / N219A
STOL
Lepas landas & mendarat jarak pendek — di darat maupun perairan, bersama PT Dirgantara Indonesia.
PUNA MALE
24 Jam
Terbang nonstop dengan kendali Beyond Line of Sight (BLOS) hingga ±2.000 km.
“
Menjawab visi ambulans terbang dan logistik medis masa depan, BRIN bersandar pada keunggulan teknologi kedirgantaraan nasional. Kami mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya.
— Arif Satria, Kepala BRIN
02Kemampuan Nirawak untuk Misi Kritis
“
Platform nirawak berdaya jelajah tinggi ini memberikan sistem yang mandiri dan andal untuk berbagai misi kritis, dari pemantauan taktis hingga proyeksi logistik darurat pada masa depan.
Perjalanan 7–9 jam untuk mengakses layanan kesehatan
Ibu bersalin berisiko tanpa pertolongan cepat
PENDARATAN AMBULANS UDARA
Lapangan rumput & lapangan pasir
Pinggir sungai di daerah terpencil
“
Kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan rumput, lapangan pasir, dan pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit.
— Prabowo Subianto, Presiden RI
Program ini menindaklanjuti pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan, Jumat (14/8), yang menegaskan pentingnya ambulans udara sebagai terobosan pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Sumber: Katadata.co.id — “Prabowo Sebut Ambulan Udara Dokter Terbang, BRIN Percepat Ekosistem Pesawat N219”, Agustus 2026.