Senin, 21 Sep 2026 - :
17 Sep 2026 - 11:50 | 30 Views | 0 Suka

Kewenangan Angkat Guru Ditarik ke Pusat, Prabowo Siapkan Crash Program

9 mnt baca

Inilahdata.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah membahas kemungkinan menarik kembali kewenangan pengangkatan guru dari daerah ke pemerintah pusat. Langkah tersebut ditujukan untuk menghadirkan sistem rekrutmen yang lebih objektif, terukur, sekaligus berpijak pada kualitas calon tenaga pendidik.

“Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang berdiskusi hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, mengutip rilis Bakom RI, Rabu (16/9/2026).

Menurut Prabowo, pembenahan sistem pendidikan nasional harus dilakukan secara menyeluruh, terutama menyangkut jalur masuk guru dan upaya meningkatkan mutu mereka. Ia menilai penyerahan kewenangan rekrutmen kepada pemerintah daerah selama ini justru memunculkan persoalan tersendiri yang tidak bisa diabaikan.

Kepala Negara menekankan pemerintah perlu berani membaca kondisi riil di lapangan. Baginya, penempatan guru semestinya berpijak pada kompetensi, kebutuhan sekolah, serta standar kualitas, bukan ditentukan oleh hubungan pribadi maupun kepentingan politik tertentu.

“Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” ujarnya.

Selain membenahi jalur rekrutmen, Prabowo menyebut pemerintah turut menimbang sejumlah opsi pelatihan, mulai dari kursus hingga program peningkatan kemampuan bagi para guru.

Rangkaian langkah itu disiapkan supaya tenaga pendidik tidak tertinggal dari perkembangan metode pembelajaran maupun teknologi pendidikan yang terus bergerak.

Prabowo juga membeberkan rencana program percepatan dengan merekrut lulusan terbaik perguruan tinggi dari beragam disiplin ilmu untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang kondisinya paling tertinggal.

“Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan merekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah,” kata dia.

Opsi lain yang dipertimbangkan, lanjut Prabowo, adalah menggerakkan aparatur sipil negara yang sudah bertugas untuk menjalani penugasan singkat membantu sekolah tertentu. Durasinya bisa dua sampai tiga pekan, menyesuaikan kebutuhan serta kondisi masing-masing daerah.

“Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu,” tuturnya. (**)

Adagia — Kata Bijak
Latin

Memuat kutipan…

Kompilasi tokoh & filsuf dunia — InilahData.com
Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%