
Inilahdata.com – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemimipas), Komisaris Jenderal Rudi Setiawan, menegaskan pengusutan dugaan penyalahgunaan wewenang terkait isu “hunian mewah” di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Cibinong tidak akan dihentikan.
Proses itu tetap berjalan walau 10 dari 13 bangunan yang diduga kerap disewakan kepada warga binaan sudah dirobohkan.
Rudi menyampaikan bahwa sejauh ini Itjen menyimpulkan telah terjadi penyalahgunaan wewenang.
“Kesimpulan sementara bahwa ada peristiwa penyalahgunaan wewenang. Saya ulangi lagi, ada peristiwa penyalahgunaan wewenang sebagaimana yang diatur dalam PP (nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil) Pasal 5 dan diancam di Pasal 8,” ujarnya, dikutip Rabu (30/9/2026).
Menurut Rudi, perbuatan itu tergolong pelanggaran berat dengan tiga jenis ancaman sanksi.
“Ini termasuk pelanggaran berat. Ancamannya ada tiga: dari mulai demosi, pengaktifan, dan pemberhentian dengan tidak hormat,” katanya.
Ia mengakui pemeriksaan internal belum selesai. Meski begitu, Itjen Kemimipas sudah menemukan sejumlah fakta dari polemik hunian mewah tersebut.
Dari 13 bangunan yang dituding sebagai hunian mewah, 10 di antaranya bukan aset Kemimipas. Seluruh bangunan di bantaran Sungai Ciliwung itu didirikan sendiri oleh beberapa orang.
Namun, Rudi belum memastikan apakah orang-orang itu pejabat Lapas Cibinong.
Tiga bangunan sisanya merupakan fasilitas sarana asimilasi dan edukasi (SAE). Rudi tidak menyangkal adanya temuan bahwa fasilitas SAE tersebut ditinggali beberapa warga binaan secara terus-menerus.
Itjen akan menelusuri dan memeriksa nama-nama warga binaan yang disebut tinggal di hunian bantaran sungai maupun di fasilitas SAE.
“Kami akan menindaklanjuti siapa yang membiarkan dan sebagainya,” kata Rudi.
Ia menambahkan, “Kami sudah mengidentifikasi dan sudah memeriksa tadi malam terakhir kepada Kalapas (Cibinong).”
Rudi juga membenarkan temuan Ombudsman soal rencana pembangunan fasilitas mewah berupa gym dan simulator golf.
Pengakuan ini sekaligus bertolak belakang dengan dalih pejabat Lapas Cibinong yang mengaku hanya akan membuat loker. Menurut Rudi, pembangunannya belum berjalan.
“Itu belum jadi. Baru ada karpetnya saja. Baru rencana. Itu kami juga dalami bagaimana pengadaannya,” ujarnya.
Soal hasil akhir pemeriksaan, Rudi meminta waktu.
“Ini semua akan kami sampaikan setelah kami analisa, karena apa, saya mohon waktu, karena saya tidak bisa memutuskan cuma dari satu keterangan saja.” (**)
Halaman : 1 2